Bayar Rp81 Miliar Demi Nyerobot Antrean! Biaya Lewati Terusan Panama Cetak Rekor Termahal
Imbas konflik bersenjata di Iran yang melumpuhkan rute energi Timur Tengah kini memicu krisis antrean ekstrem di Terusan Panama. Demi menghindari penumpukan kapal hingga 11 hari, pemilik kapal tanker G. Arete rela menggelontorkan dana lelang fantastis sebesar USD4,6 juta (sekitar Rp81,4 miliar dengan kurs Rp17.713 per USD) hanya untuk "memotong jalur" melintasi terusan tersebut.
Nominal super jumbo ini resmi memecahkan rekor lelang termahal sepanjang sejarah Terusan Panama, melampaui rekor sebelumnya sebesar USD4 juta yang dibayarkan oleh pemilik kapal kontainer Seaspan Benefactor beberapa hari sebelumnya. Sebagai informasi biaya memotong antrean di Kanal Panama dibayarkan melalui proses lelang.
Pengeluaran dana gila-gilaan dari para operator pelayaran global ini dipicu oleh perubahan drastis peta perdagangan energi dunia. Penutupan Selat Hormuz akibat krisis Iran memaksa pembeli di kawasan Asia mengalihkan pasokan gas cair (LPG) dan minyak mentah mereka dari wilayah Teluk ke pesisir Gulf Coast Amerika Serikat.
Baca Juga: Rebutan Terusan Panama, AS Ajak 6 Negara Gebukin Dominasi China
Karena Terusan Panama merupakan rute terpendek yang menghubungkan AS dengan Asia, lalu lintas kapal di saluran vital ini melonjak drastis. Kapal G. Arete yang dimiliki oleh perusahaan Korea Selatan, SK Shipping Co., saat ini berlayar di lepas pantai selatan Panama menuju wilayah Balboa.
Tanker kosong tersebut membayar tarif tambahan melalui lelang untuk melewati antrean demi mengejar jadwal pengangkutan LPG dari Sisi Samudra Pasifik ke Sisi Atlantik. Dimana selain lonjakan volume akibat perang, kemacetan di Terusan Panama makin parah akibat penurunan debit air.
Situasi penurunan debit air disebebkan Fenomena El Niño yang memicu kekeringan di Danau Gatun, hingga forcing Otoritas Terusan Panama (ACP) membatasi draft kapal. Lalu dampak lain karena adanya pemeliharaan pintu air, yaitu perbaikan teknis terjadwal pada sistem penguncian Neopanamax semakin mempersempit kuota perlintasan harian.
Baca Juga: China Kelabakan saat Taipan Hong Kong Jual Pelabuhan Terusan Panama Rp368 T ke ASKondisi ini memaksa para pebisnis membayar harga sewa tempat yang melambung tinggi demi kepastian waktu pasokan, yang pada akhirnya berisiko memicu lonjakan harga barang dan energi di tingkat konsumen akhir. Apakah harga lelang antrean kapal ini akan membuat biaya logistik dan harga LPG di Asia melambung tinggi?
Lebih Banyak Kapal Melintasi Terusan Panama Kepala keuangan Otoritas Terusan Panama mengatakan sekitar 300 kapal tambahan telah melewati jalur air yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik sejak Oktober tahun lalu, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini terjadi seiring perang Iran dan gencatan senjata yang belum juga membuahkan hasil.
Lonjakan lalu lintas ini terjadi di tengah penutupan Selat Hormuz, dengan kapal-kapal komersial yang melewati Terusan Panama membawa pengiriman yang dialihkan atau dibeli dari negara lain untuk menghindari jalur air di lepas pantai Iran.
Harga rata-rata untuk melintasi terusan berkisar antara USD300.000 dan USD400.000, tergantung pada kapal, dan Associated Press (AP) melaporkan awal pekan ini bahwa beberapa kapal membayar hingga USD425.000 dalam biaya tambahan untuk mengamankan jalur air di menit-menit terakhir.









