Harga Minyak Dunia Tembus USD88,52 per Barel, Melonjak 6 dalam Sepekan

Harga Minyak Dunia Tembus USD88,52 per Barel, Melonjak 6 dalam Sepekan

Ekonomi | sindonews | Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:00
share

Harga minyak dunia melonjak dengan Brent mencatat kenaikan mingguan sekitar 6 di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz dan belum adanya kemajuan dalam perundingan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Serangan terhadap kapal tanker serta potensi berlanjutnya pembatasan pelayaran di jalur strategis tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

"Kami mengalami demonstrasi menjelang akhir pekan setelah serangan baru terhadap kapal tanker dan kurangnya kemajuan dalam perjanjian gencatan senjata," kata Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow seperti dikutip dari Reuters, Minggu (16/8/2026).

Baca Juga:Harga BBM Melonjak Imbas Perang AS-Iran, Trump Minta Sudah Terima Saja

Harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman Oktober 2026 ditutup naik USD1,45 atau 1,67 menjadi USD88,52 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman September 2026 menguat USD1,15 atau 1,42 menjadi USD82,40 per barel.

Dengan penguatan tersebut, harga Brent berada di jalur kenaikan sekitar 6,0 secara mingguan, sedangkan WTI diperkirakan naik 5,4. Lipow mengatakan pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz dapat kembali meningkatkan tekanan terhadap harga energi, mengingat jalur tersebut sebelumnya menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

"Jika lalu lintas di Selat Hormuz masih terbatas, harga minyak mentah mungkin USD80 per barel, namun harga solar USD180 per barel dan bensin USD130 per barel dan itulah yang memukul konsumen," ujar Lipow.Ketegangan meningkat setelah dua kapal milik Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) diserang ketika melintasi Selat Hormuz pada Kamis. Kantor berita Uni Emirat Arab, WAM, melaporkan pemerintah UEA mengecam insiden tersebut sebagai serangan Iran. "Itulah berita utama yang mendorong kenaikan harga. Kapal tanker diserang," kata analis senior Price Futures Group Phil Flynn.

Baca Juga:Iran dan Oman Sepakati Peta Pergerakan Navigasi di Selat Hormuz, Perang Segera Berakhir?

Ia menambahkan serangan Ukraina terhadap fasilitas ekspor minyak Rusia di Novorossiysk turut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan global. Di sisi lain, tekanan kenaikan harga minyak masih tertahan oleh sejumlah faktor fundamental.

Perkiraan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menunjukkan pertumbuhan permintaan yang lebih lemah, sementara persediaan minyak mentah AS mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari tiga setengah tahun.

"Laporan minggu ini dari IEA dan EIA cukup mengungkap. Penyimpanan minyak bertahan jauh lebih baik dari yang dikhawatirkan, sehingga akan menurunkan harga minyak," kata Kepala Riset Ekonomi dan Next Generation Julius Baer Norbert Rucker.

Topik Menarik