Hutama Karya Siapkan Dana Internal Lunasi Surat Utang Rp250 Miliar

Hutama Karya Siapkan Dana Internal Lunasi Surat Utang Rp250 Miliar

Ekonomi | idxchannel | Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:50
share

IDXChannel – PT Hutama Karya (Persero) menyiapkan dana internal untuk melunasi surat utang yang akan jatuh tempo pada 7 September 2026 dengan nilai total sekitar Rp250 miliar.

Berdasarkan publikasi PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) tertanggal 13 Agustus 2026 yang dipantau melalui situs resmi perusahaan, kewajiban tersebut terdiri atas Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2021 Seri B senilai Rp185,55 miliar dengan peringkat idAA-, serta Sukuk Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2021 Seri B senilai Rp64,45 miliar dengan peringkat idAA-(sy).

Dengan demikian, total nilai surat utang Hutama Karya yang akan jatuh tempo pada awal September 2026 mencapai Rp250 miliar.

Pefindo menyebut perseroan berencana menggunakan dana internal untuk memenuhi seluruh kewajiban tersebut. Hingga akhir Juni 2026, Hutama Karya memiliki kas dan setara kas yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar sekitar Rp6,2 triliun.

Selain itu, perusahaan juga memiliki fasilitas kredit yang belum digunakan dengan nilai sekitar Rp4,3 triliun sebagai sumber pendanaan cadangan. Ketersediaan kas dan akses pembiayaan tersebut dinilai memberikan fleksibilitas likuiditas dalam memenuhi kewajiban jatuh tempo.

Dalam laporannya, Pefindo menegaskan bahwa peringkat kredit merupakan opini atas kemampuan entitas dalam memenuhi kewajiban finansial secara penuh dan tepat waktu berdasarkan asumsi yang berlaku saat pemeringkatan dilakukan.

Pefindo juga menekankan bahwa peringkat tersebut bukan merupakan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau mempertahankan efek utang, maupun dasar pengambilan keputusan investasi.

Sebagai BUMN yang bergerak di bidang konstruksi dan pengembangan infrastruktur, termasuk pengelolaan jalan tol, kemampuan menjaga likuiditas menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan profil kredit Hutama Karya. Dengan kas Rp6,2 triliun dan fasilitas kredit Rp4,3 triliun, sumber likuiditas perseroan secara nominal jauh melampaui nilai surat utang yang akan jatuh tempo.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik