Wall Street Dibuka Menguat, Kenaikan Saham Chip Jadi Penggerak

Wall Street Dibuka Menguat, Kenaikan Saham Chip Jadi Penggerak

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:14
share

IDXChannel - Indeks-indeks utama Wall Street dibuka menguat pada Rabu (12/8/2026), dengan Nasdaq mencatat kenaikan paling tinggi dibandingkan indeks lainnya. 

Penguatan tersebut didorong kinerja positif perusahaan infrastruktur AI yang mengangkat saham-saham teknologi, sementara data inflasi yang sebagian besar sesuai ekspektasi memperkuat spekulasi The Fed akan mempertahankan suku bunga.

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 110,53 poin atau 0,21 persen menjadi 53.902,38. S&P 500 menguat 25,54 poin atau 0,33 persen menjadi 7.753,74, sedangkan Nasdaq Composite naik 168,73 poin atau 0,64 persen menjadi 26.614,17.

Sektor teknologi informasi S&P 500 melonjak 1,2 persen, dengan saham-saham perusahaan chip memimpin penguatan. Nvidia naik 2 persen, Micron Technology bertambah 4,4 persen, sementara Broadcom menguat 1,4 persen.

Indeks semikonduktor yang lebih luas, SOX, naik sekitar 3 persen dan berada di jalur untuk mencatat kenaikan harian terbesar dalam lebih dari sepekan.

CoreWeave melonjak 20 persen setelah perusahaan cloud AI tersebut menaikkan proyeksi belanja modal tahunannya dan membukukan kinerja kuartal II di atas ekspektasi analis.

Penyedia infrastruktur AI lainnya juga menguat. Operator pusat data IREN dan Applied Digital masing-masing naik 7,8 persen dan 5,5 persen. Sementara itu, perusahaan neocloud Nebius Group melonjak 15,5 persen, didorong oleh kinerja kuartal II.

Super Micro Computer menjadi saham dengan kenaikan terbesar di S&P 500, melesat 17 persen setelah perusahaan pembuat server AI tersebut memproyeksikan pendapatan tahun fiskal 2027 di atas ekspektasi Wall Street.

Kinerja tersebut menegaskan kuatnya permintaan terkait AI, seiring perusahaan-perusahaan raksasa Wall Street terus menggelontorkan miliaran dolar untuk memperluas kapasitas AI.

Kenaikan tersebut membawa Nasdaq yang didominasi saham teknologi mendekati 2 persen dari rekor tertingginya. Sementara itu, S&P 500 dan Dow telah mencetak rekor tertinggi pada pekan lalu setelah kinerja perusahaan yang positif meningkatkan sentimen pasar.

Pada saham lainnya, Cava Group naik 17,5 persen setelah jaringan restoran tersebut membukukan penjualan dan laba inti kuartal II di atas ekspektasi Wall Street.

Lumentum Holdings bertambah 6,8 persen setelah perusahaan produk fotonik tersebut memproyeksikan pendapatan kuartal I di atas ekspektasi analis.

Data ekonomi lainnya, harga konsumen AS hanya naik tipis pada Juli, sehingga dianggap memperlemah alasan bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga pada bulan depan.

Pelaku pasar kini memperkirakan probabilitas 55 persen The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga pada pertemuan September, berdasarkan CME FedWatch Tool. Sebelum data tersebut dirilis, pelaku pasar terbagi antara ekspektasi kenaikan suku bunga dan tidak adanya perubahan.

Sementara itu, situasi di Timur Tengah masih bergejolak. Seorang sumber senior Iran mengatakan belum ada kemajuan dalam pembicaraan untuk mencapai kesepakatan. Serangan terhadap kapal juga masih berlanjut.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik