Harga Emas Dunia Diramal Tembus USD5.000, Logam Mulia Menuju Rp2,82 Juta per Gram
Harga emas dunia diproyeksikan masih memiliki ruang untuk menguat di tengah perkembangan geopolitik global dan potensi pergeseran alokasi investasi ke aset safe haven. Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi bahkan memperkirakan harga emas dunia dapat menembus level USD5.000 per troy ounce pada kuartal III.
Ibrahim mengatakan, perkembangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait pengendalian Selat Hormuz, menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan harga emas dunia. Baca Juga: Harga Emas Bak Roller Coaster: Kemarin Melesat Tinggi, Hari Ini Ambles Rp29.000
"Kalau kita lihat kalau level USD5.000 per troy ounce tercapai di kuartal ketiga, kemungkinan besar untuk logam mulia pun juga akan di atas Rp3 juta," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).
Menurut dia, potensi kenaikan tersebut juga didukung oleh kemungkinan penurunan harga minyak mentah. Kondisi ini dinilai dapat mendorong investor global mengalihkan dana dari instrumen berbasis dolar AS dan minyak mentah menuju emas sebagai aset safe haven.
Ibrahim memperkirakan harga minyak mentah dalam sepekan berada pada kisaran USD65,70 hingga USD83,30 per barel. Jika harga minyak terus turun hingga berada di bawah USD60 per barel, tekanan inflasi di Amerika Serikat berpotensi ikut mereda."Investor secara global akan mengalihkan dananya dari dolar kemudian dari minyak mentah ke emas sebagai safe haven," katanya.
Di sisi lain, Ibrahim memperkirakan harga emas dunia dalam satu pekan kedepan akan bergerak pada kisaran USD4.151 per troy ounce sebagai support dan USD4.493 per troy ounce sebagai resistance.
Sementara untuk perdagangan Senin, emas dunia diperkirakan memiliki support di level USD4.279 per troy ounce dan resistance USD4.405 per troy ounce. "Jadi ada kemungkinan besar harga emas dunia menguat," ujarnya.
Ibrahim menjelaskan, potensi penguatan harga emas dunia turut membuka peluang kenaikan harga logam mulia di pasar domestik. Ibrahim menyebut harga logam mulia sebelumnya ditutup di level Rp2,69 juta per gram.Dalam sepekan, harga logam mulia diperkirakan bergerak pada kisaran Rp2,55 juta hingga Rp2,82 juta per gram. Ibrahim melihat peluang harga bergerak menuju level resistance Rp2,82 juta per gram.
Baca Juga: Harga Emas Meroket Naik Rp50 Ribu, Satu Gram Dijual Rp2.679.000
Untuk perdagangan Senin (10/8/2026), harga logam mulia diperkirakan memiliki support di Rp2,67 juta per gram dan resistance Rp2,71 juta per gram.
Meski demikian, penguatan rupiah berpotensi membatasi kenaikan harga logam mulia di dalam negeri. Sebab, ketika rupiah menguat terhadap dolar AS, kenaikan harga emas dalam denominasi dolar tidak sepenuhnya diterjemahkan menjadi kenaikan harga emas domestik.
"Walaupun rupiah juga menguat, tetapi penguatan mata uang rupiah membuat kenaikan harga logam mulia sedikit terbatas," pungkas Ibrahim.









