Harga Minyak Mentah Dunia Lanjutkan Tren Penurunan 2 Hari Beruntun, Krisis Energi Global Berakhir?
Harga minyak mentah dunia kembali melanjutkan tren penurunan selama dua hari berturut-turut. Anjloknya harga komoditas energi ini dipicu oleh munculnya optimisme global bahwa Amerika Serikat atau AS dan Iran semakin dekat dengan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz-jalur pelayaran minyak paling vital di dunia.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi mendekati level USD75 per barel setelah merosot lebih dari 10 dalam dua sesi perdagangan sebelumnya. Sementara itu minyak mentah acuan Brent ditutup di bawah USD80 per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga minggu.
Draf Perjanjian Qatar & Isyarat Kemajuan Negosiasi
Penurunan harga minyak secara signifikan dalam dua pekan terakhir terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menunda serangan militer baru terhadap Iran guna memberikan ruang bagi proses diplomasi. Pemerintah Qatar mengonfirmasi bahwa draf proposal sementara (interim proposal) telah berhasil disusun.Baca Juga: Mengapa Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab Begitu Vital? Begini PenjelasannyaBaik Washington maupun Tehran sama-sama mengirimkan sinyal positif terkait kemajuan negosiasi untuk memulihkan akses lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz. Meski respons pasar sangat positif, sejumlah pengamat energi mengingatkan bahwa kesepakatan jangka pendek untuk membuka Selat Hormuz belum tentu mengakhiri konflik secara menyeluruh.
Direktur Divisi Energy Futures di Mizuho Securities USA LLC, Robert Yawger menilai bahwa negosiasi ini kemungkinan besar hanya menyelesaikan masalah pelayaran tanpa menyentuh akar konflik, seperti program nuklir Iran.Baca Juga: Qatar Sebut Damai AS-Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok 2
"Sekarang setelah emosi kedua pihak sedikit mereda, mungkin ada peluang kesepakatan dapat disetujui. Namun, saya memperkirakan kesepakatan yang ada akhirnya tetap memiliki kelemahan-memungkinkan AS mengklaim semacam kemenangan, tetapi menyisakan banyak masalah yang belum terselesaikan, termasuk isu kesepakatan nuklir," ujar Yawger.
Dampak ke Pasar Energi Global
Terkoreksinya harga minyak mentah ke level terendah dalam beberapa pekan ini memberikan angin segar bagi negara-negara pengimpor energi yang sempat dibayangi ancaman inflasi dan krisis pasokan BBM (Bahan Bakar Minyak).Namun selama kesepakatan permanen belum ditandatangani oleh kedua negara, pelaku pasar diproyeksikan akan tetap waspada terhadap potensi eskalasi susulan yang dapat kembali menggejot harga minyak.










