Trio Saham Bank Besar Jadi Motor Penguatan IHSG Sepekan

Trio Saham Bank Besar Jadi Motor Penguatan IHSG Sepekan

Ekonomi | idxchannel | Minggu, 19 Juli 2026 - 09:40
share

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (17/7/2026) menguat 1,10 persen ke level 6.175,53.

Dengan capaian tersebut, IHSG berhasil mencatat kenaikan sekitar 4,24 persen sepanjang sepekan.

Penguatan indeks ditopang oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi kontributor terbesar terhadap kenaikan IHSG selama sepekan dengan sumbangan 32,66 poin, setelah harga sahamnya melonjak 9,8 persen sepekan ke Rp4.480 per unit.

Di posisi kedua terdapat PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik 4,86 persen menjadi Rp6.475 per unit dan menyumbang 26,47 poin terhadap IHSG. Selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 6,45 persen ke Rp2.970 per unit dengan kontribusi 26,27 poin.

Dari sektor pertambangan, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat kenaikan harga 12,25 persen dan menyumbang 18,11 poin bagi indeks.

Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) naik 7,26 persen dengan kontribusi 16,61 poin, diikuti PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang menguat 7,14 persen dan menyumbang 13,04 poin.

Saham lainnya yang turut menjadi penggerak utama IHSG adalah PT Astra International Tbk (ASII) naik 6,03 persen dengan kontribusi 11,81 poin.

Kemudian, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melonjak 35,58 persen dan menyumbang 11,38 poin, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat 7,89 persen dengan kontribusi 9,67 poin, serta PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 8,37 persen dan memberikan tambahan 6,08 poin terhadap IHSG.

Secara sektoral, saham sektor keuangan membukukan penguatan terbesar pada perdagangan Jumat, yakni 2,34 persen, sedangkan sektor basic materials menjadi satu-satunya sektor yang mencatat pelemahan terbesar sebesar 0,5 persen.

Di pasar valuta asing, rupiah ditutup menguat 0,36 persen ke level Rp17.921 per USD di pasar spot.

Sepanjang pekan, mata uang Garuda terapresiasi sekitar 0,8 persen dibandingkan penutupan pekan sebelumnya.

Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal prospek IHSG masih positif.

Berdasarkan grafik mingguan, IHSG telah ditutup di atas moving average (MA) 5 dan MA10 mingguan. Selain itu, histogram negatif MACD terus menyempit dan berpotensi membentuk golden cross, sementara Stochastic RSI bergerak menguat di area pivot.

Dengan kondisi tersebut, Phintraco memperkirakan IHSG berpeluang menguji area 6.225-6.280 pada pekan depan.

Sentimen domestik yang akan dicermati investor antara lain hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) terkait kebijakan suku bunga, serta rilis data pertumbuhan kredit dan M2 Money Supply. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Topik Menarik