Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya

Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya

Ekonomi | sindonews | Minggu, 12 Juli 2026 - 11:32
share

Perdana Menteri India, Narendra Modi tengah melancarkan misi tingkat tinggi yang bisa mengubah peta energi dunia selamanya. Menghadapi lonjakan kebutuhan listrik yang tak terbendung di negara dengan populasi terbanyak di bumi, Modi secara terbuka membidik "harta karun" paling sensitif milik Australia yakni uranium.

Dalam sebuah forum bisnis di Melbourne pada Kamis waktu setempat, Modi menegaskan, bahwa Australia kini memiliki peluang untuk menjadi pemasok utama bahan baku nuklir guna mendongkrak transformasi energi masa depan India.

Australia diketahui memiliki 28 dari total cadangan uranium dunia. Namun selama bertahun-tahun, ekspor bahan baku nuklir ini ke New Delhi selalu membentur dinding tebal akibat hambatan hukum yang rumit serta sensitivitas politik internasional terkait isu non-proliferasi senjata nuklir.

Baca Juga: Seberapa Kaya Cadangan Uranium Iran dan Misteri Hilangnya 400 Kg Material Nuklir"Cadangan uranium raksasa milik Australia terhubung langsung dengan perjalanan nuklir India. Ini adalah kesempatan bersejarah bagi kita untuk melipatgandakan kerja Sama di bidang ini," ujar PM Modi di hadapan para pelaku industri global.

Gayung bersambut, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyambut hangat ambisi tersebut. Albanese, yang sempat berswafoto bersama Modi, bahkan kembali menjuluki Modi sebagai "The Boss" -sebuah kelakar yang merujuk pada kemampuan Modi mengumpulkan massa yang jauh lebih besar ketimbang ikon rock legendaris AS, Bruce Springsteen.

Keakraban kedua pemimpin ini bukan tanpa alasan politik yang kuat. Berdasarkan data statistik terbaru, telah terjadi pergeseran demografi besar-besaran di Negeri Kanguru. Baca Juga: China Lipatgandakan Impor Uranium Asal Rusia, Nilainya Rp13,3 Triliun

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, komunitas diaspora India kini resmi menggeser posisi Inggris sebagai kelompok warga kelahiran luar negeri terbesar di Australia. Tahun 2014, jumlah diaspora India di Australia masih relatif kecil dan belum dominan.

Kini pada tahun 2026, komunitas India mendominasi lanskap demografi Australia secara masif, memberikan basis pendukung (fanbase) yang luar biasa besar bagi Modi. Modi pun dijadwalkan menerima sambutan layaknya bintang rock internasional dalam rapat akbar komunitas di sebuah stadion di Melbourne, yang diperkirakan akan dipadati oleh lebih dari 20.000 orang.

Meskipun disambut meriah oleh para pendukungnya, kunjungan Modi kali ini dipastikan tidak berjalan mulus. Kedatangannya memicu gelombang protes keras dari berbagai kelompok aktivis di Australia.Kelompok Alliance Against Islamophobia dilaporkan telah bersiap menggelar aksi unjuk rasa di luar stadion. Mereka menuding Modi sengaja memupuk paham nasionalisme yang ekstrem di dalam negeri India serta mendesak dunia internasional memperhatikan dugaan persekusi terhadap kelompok minoritas di sana.

Di saat yang sama, kelompok sayap kanan setempat juga berencana menggelar demonstrasi terpisah menentang tingginya angka migrasi warga India ke Australia. Setelah menyelesaikan agenda panas dan misi perburuan uranium di Australia, PM Narendra Modi dijadwalkan langsung terbang menuju Selandia Baru untuk melanjutkan tur diplomasinya.

Apakah keputusan Australia untuk membuka keran ekspor uranium ke India ini murni demi bisnis, atau ada strategi geopolitik rahasia untuk membendung kekuatan China di Asia-Pasifik?.

Topik Menarik