Strategi Industri Valve Nasional Dorong Transfer Teknologi Migas dan Penguatan TKDN

Strategi Industri Valve Nasional Dorong Transfer Teknologi Migas dan Penguatan TKDN

Ekonomi | okezone | Rabu, 1 Juli 2026 - 08:34
share

JAKARTA - Industri valve nasional menjalin kerja sama lisensi dengan OMS Italia untuk membuka jalan transfer teknologi, peningkatan kualitas manufaktur, hingga penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) guna mendukung sektor minyak dan gas (migas). Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga mencakup pengembangan kemampuan rekayasa (engineering), sistem mutu, rantai pasok, serta riset dan pengembangan (R&D).

Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi, Joko Hadi Wibowo, menilai kerja sama Katup Industri Indonesia dan OMS merupakan langkah konkret untuk memperkuat kapasitas industri penunjang nasional, khususnya manufaktur valve.

“Kerja sama ini tidak hanya penting dari sisi bisnis, tetapi juga memiliki makna strategis dalam mendorong penguasaan teknologi, peningkatan kemampuan produksi dalam negeri, serta daya saing internasional,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Joko menegaskan pemerintah terus mendorong terciptanya swasembada energi melalui empat pilar utama, yakni availability, accessibility, affordability, dan acceptability.

Menurutnya, penguatan industri valve nasional menjadi bagian penting dalam membangun rantai pasok migas yang tangguh karena komponen tersebut berpengaruh langsung terhadap keselamatan operasi, efisiensi sistem, dan kontinuitas pasokan energi.

Ia juga menekankan bahwa TKDN tidak boleh dipandang sekadar angka administratif.

“TKDN harus mencerminkan peningkatan kapasitas nyata industri nasional, penguasaan teknologi, peningkatan kompetensi SDM, perluasan investasi, serta kemampuan menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar domestik maupun global,” ujarnya.

Pemerintah berharap kerja sama tersebut mampu menghasilkan transfer pengetahuan, peningkatan standar produksi, penguatan sistem mutu, hingga pengembangan kemampuan teknis secara berkelanjutan.

Sementara itu, Managing Director KII, Evelyn Angelita, mengatakan OMS memiliki pengalaman lebih dari 130 tahun di industri valve global. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam proses alih teknologi yang akan dijalankan bersama KII.

“Mereka sudah 130 tahun, pengalamannya sudah sangat luas. Jadi kalau kami bekerja sama dengan mereka, tinggal transfer knowledge, transfer teknologi. Kami memiliki quality system yang sama dengan di Italia sehingga harapannya produknya ber-TKDN tetapi kualitasnya tetap memenuhi standar internasional,” ujar Evelyn.

Chairman Katup Industri Indonesia, Jacob Mailoa, menambahkan bahwa ruang lingkup kerja sama tidak sebatas penggunaan lisensi produk. Kedua perusahaan juga menyelaraskan sistem engineering, quality system, pengelolaan supply chain, hingga pengembangan riset.

Menurutnya, rantai pasok menjadi salah satu aspek paling penting dalam industri valve karena berkaitan langsung dengan kualitas produk.

“Kerja sama ini dimulai dari engineering, penerapan quality system yang sama, kemudian supply chain material hingga R&D. Harapannya melalui license partner ini terjadi alih teknologi sehingga kami bisa mengembangkan R&D untuk kemajuan industri valve di Indonesia,” kata Jacob dalam kesempatan yang sama.

Ia menambahkan, valve merupakan komponen kritis di sektor oil and gas sehingga aspek sertifikasi, engineering, dan kualitas pasokan tidak boleh dikompromikan.

Topik Menarik