Mirae Asset: Sentimen Global Membaik, Pergerakan IHSG Masih Dibayangi Suku Bunga Tinggi

Mirae Asset: Sentimen Global Membaik, Pergerakan IHSG Masih Dibayangi Suku Bunga Tinggi

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 30 Juni 2026 - 21:20
share

IDXChannel – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai kondisi pasar keuangan global mulai menunjukkan perbaikan seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Meski demikian, arah pergerakan pasar saham, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), masih dipengaruhi oleh ketidakpastian kebijakan moneter global dan sejumlah tantangan domestik.

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan meski risiko geopolitik mulai mereda, pasar masih dibayangi prospek suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama di Amerika Serikat.

Saat ini, Federal Funds Rate (FFR) berada di level 3,75 persen dan diperkirakan berpotensi naik masing-masing 25 basis poin pada September dan Desember, sehingga mencapai 4,25 persen pada akhir tahun.

Di sisi lain, proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 direvisi menjadi 3,1 persen dari sebelumnya 3,3 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap berada di kisaran 5,0 persen, sedikit lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya sebesar 5,1 persen.

"Meredanya risiko geopolitik memberikan sentimen positif bagi pasar. Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun membuat kondisi moneter global masih cenderung ketat sehingga volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi," ujar Rully kepada media di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, investor juga masih mencermati sejumlah faktor domestik yang akan menentukan arah IHSG ke depan, mulai dari stabilitas nilai tukar rupiah, kondisi fiskal pemerintah, hingga meningkatnya perhatian terhadap potensi twin deficit setelah neraca transaksi berjalan dan neraca finansial sama-sama melemah pada kuartal I-2026.

"Ke depan, pemulihan pasar Indonesia akan sangat ditentukan oleh kepercayaan investor terhadap kebijakan domestik. Karena itu, investor perlu tetap berfokus pada fundamental dan lebih selektif dalam menentukan strategi investasinya," tambahnya.

Meski pasar masih diwarnai ketidakpastian, Mirae Asset menilai terdapat sejumlah sektor yang menawarkan peluang investasi menarik, salah satunya sektor unggas atau poultry.

Senior Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Andreas Kristo Saragih, juga mengatakan konsumsi daging ayam di Indonesia yang baru mencapai sekitar 8,6 kilogram per kapita masih jauh di bawah Malaysia yang mencapai 32,9 kilogram dan Vietnam sebesar 16,7 kilogram, sehingga ruang pertumbuhannya masih sangat besar.

Selain didukung peningkatan konsumsi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), prospek industri juga ditopang oleh pasokan yang lebih terkendali seiring penurunan kuota impor grand parent stock (GPS) dan implementasi program culling.

"Kami melihat sektor poultry memasuki fase yang lebih menarik dibandingkan beberapa tahun terakhir. Dengan pasokan yang lebih terkendali dan permintaan yang terus bertumbuh, profitabilitas industri berpotensi meningkat sehingga membuka peluang investasi yang menarik bagi investor," kata Andreas.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik