Gelombang 6 IPO: JELI, PRDL, RANS Cs Melantai, Intip Saham Paling Menarik

Gelombang 6 IPO: JELI, PRDL, RANS Cs Melantai, Intip Saham Paling Menarik

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 23 Juni 2026 - 12:24
share

IDXChannel - Gelombang penawaran umum perdana saham (IPO) pada Juni-Juli 2026 diramaikan sejumlah perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari konsumer, kesehatan, industri, hingga media dan hiburan.

Di tengah banyaknya calon emiten baru, investor perlu mencermati keseimbangan antara valuasi saham dan prospek pertumbuhan kinerja perusahaan.

BRI Danareksa Sekuritas menilai, Selasa (23/6/2026), sejumlah emiten menawarkan daya tarik berbeda. Dari sisi kombinasi valuasi dan pertumbuhan laba, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menjadi salah satu emiten yang paling menarik.

BACH, perusahaan yang bergerak di sektor industrial khususnya genset dan infrastruktur telekomunikasi, menawarkan valuasi price to earnings ratio (PER) sekitar 10,5-13,1 kali.

Valuasi tersebut dinilai cukup rendah dibandingkan calon emiten lain, dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih tahun fiskal 2025 mencapai 98 persen.

Selain BACH, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) juga dinilai menarik dari sisi valuasi. Emiten sektor healthcare tersebut memiliki PER 10,3-12,3 kali, atau menjadi valuasi termurah dalam daftar IPO yang dikaji BRI Danareksa.

Sementara pertumbuhan laba bersihnya diproyeksikan mencapai 70 persen.

‘Valuasi murah dengan growth tinggi’ menjadi salah satu kategori yang disorot BRI Danareksa. BACH dinilai unggul karena memiliki kombinasi PER rendah dengan pertumbuhan laba yang kuat, sedangkan PRDL menawarkan valuasi paling rendah dengan prospek pertumbuhan yang tetap positif.

Di sisi lain, sejumlah calon emiten menawarkan pertumbuhan laba yang lebih agresif, tetapi dengan valuasi lebih mahal.

PT ESA Medika Mandiri Tbk (EMMI) menjadi perusahaan dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih tertinggi, yakni 210 persen. Namun, investor harus membayar valuasi premium dengan PER sekitar 22,8-26,3 kali.

Sementara itu, PT Niramas Utama Tbk (JELI) diproyeksikan mencatat pertumbuhan laba bersih 202 persen, tetapi memiliki PER lebih tinggi, yakni 31,1-38,7 kali.

Kemudian, PT Nitransatha Dharma Tbk (JECX) menjadi calon emiten dengan valuasi paling premium, dengan PER mencapai 52,9-61,7 kali, meski pertumbuhan laba relatif moderat sebesar 13 persen.

BRI Danareksa juga menyoroti penggunaan dana hasil IPO sebagai faktor penting dalam menilai prospek saham baru.

Dari sejumlah emiten yang masuk dalam daftar, JELI dinilai memiliki penggunaan dana paling produktif karena mayoritas dana IPO diarahkan untuk ekspansi kapasitas produksi.

Sekitar 51 persen dana IPO JELI akan digunakan untuk penyertaan modal anak usaha guna pengembangan lini produk gummy dan jelly. Selain itu, sekitar 18,4 persen dana dialokasikan untuk belanja modal mesin, sehingga berpotensi memperkuat kapasitas produksi perusahaan.

Informasi saja, daftar calon emiten yang masuk dalam parade IPO Juli ini mencakup PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) milik artis kenamaan milik Raffi Ahmad, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dari sektor industrial, PT Nitransatha Dharma Tbk (JECX) dan PT ESA Medika Mandiri Tbk (EMMI) dari sektor healthcare.

Nama lainnya, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) dari sektor healthcare, serta PT Niramas Utama Tbk (JELI) dari sektor consumer non-cyclicals. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Topik Menarik