Saham Big Cap BBCA-BBRI Cs Penopang IHSG Pekan Ini

Saham Big Cap BBCA-BBRI Cs Penopang IHSG Pekan Ini

Ekonomi | idxchannel | Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:00
share

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,08 persen ke level 6.177,14 pada perdagangan Jumat (19/6/2026). Dalam sepekan, indeks tercatat menguat 2,82 persen.

Penguatan IHSG sepanjang pekan ini ditopang oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar (big cap), terutama dari sektor perbankan.

Saham-saham seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi kontributor utama terhadap kenaikan indeks.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), BBCA menjadi saham dengan kontribusi terbesar terhadap IHSG sepanjang pekan ini. Saham BBCA mencatat kenaikan harga 6,33 persen ke Rp6.300 per unit dan memberikan tambahan 35,13 poin terhadap indeks.

Selanjutnya, PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mencatat kenaikan 23,32 persen ke Rp7.800 per unit dengan kontribusi 26,45 poin terhadap IHSG. Disusul PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang menguat 13,4 persen dan menyumbang 20,66 poin.

Dari sektor perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 2,81 persen dengan kontribusi 12,54 poin, sementara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menguat 2,62 persen dan menopang IHSG sebesar 8,61 poin.

Selain itu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BRPT) mencatat kenaikan 24,53 persen dengan kontribusi 19,51 poin, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menguat 11,35 persen dengan kontribusi 4,34 poin, serta PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 15,35 persen dan menyumbang 10,24 poin terhadap IHSG.

Meski sejumlah saham besar menjadi penopang, beberapa saham juga menahan laju penguatan indeks. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi pemberat terbesar dengan penurunan 9,79 persen dan mengurangi IHSG sebesar 29,23 poin.

Selain TLKM, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan sejumlah saham lain seperti BREN serta BNLI juga mencatat tekanan sepanjang pekan.

Meski mencatatkan penguatan, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp4,47 triliun di pasar reguler sepanjang pekan ini.

Phintraco Sekuritas menilai respons pasar terhadap laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review yang dirilis Jumat pagi waktu Indonesia relatif positif. Dalam laporan tersebut, Indonesia masih dipertahankan dalam kategori Emerging Market.

Namun, MSCI masih menyoroti sejumlah persoalan yang menjadi perhatian investor global, terutama terkait transparansi struktur kepemilikan saham dan indikasi perdagangan terkoordinasi yang dinilai dapat mengganggu proses pembentukan harga pasar yang wajar.

Selain itu, MSCI juga mencatat keterbatasan informasi berbahasa Inggris bagi investor asing. Selanjutnya, MSCI akan mengumumkan hasil Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026 yang akan menentukan klasifikasi pasar Indonesia ke depan.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah melemah 0,06 persen ke posisi Rp17.804 per USD seiring tekanan terhadap mayoritas mata uang Asia akibat penguatan dolar AS. Penguatan dolar terjadi setelah muncul indikasi bahwa bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), masih berpeluang menaikkan suku bunga pada tahun ini.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak mendatar (sideways) dengan rentang pergerakan di kisaran 6.100-6.250. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Topik Menarik