IHSG Anjlok ke Level Terendah sejak 2021, Purbaya: Jangan Takut
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok ke level terendah sejak 2021. Pada penutupan perdagangan Rabu, IHSG ditutup anjlok 254,36 poin atau 4,11 persen ke level 5.941.
Pelemahan IHSG ini menempatkan posisi ke titik terendahnya sejak tahun 2021 atau mencatatkan rekor terburuk dalam kurun waktu lima tahun terakhir perdagangan saham.
Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap optimistis. Purbaya meyakini performa IHSG akan segera berbalik arah dan kembali menunjukkan taji, mengingat fondasi fundamental perekonomian nasional saat ini dinilai masih berada dalam kondisi yang kokoh.
“Jangan takut, fundamental ekonomi bagus Jadi ini mungkin ada short, ketakutan (jangka pendek),” kata Purbaya saat ditemui usai rapat di DPR, Rabu (3/6/2026).
Purbaya mengungkapkan sejumlah indikator riil yang menjadi bukti ketahanan ekonomi nasional saat ini. Salah satunya adalah realisasi penerimaan negara dari sektor perpajakan yang tumbuh secara agresif.
Di samping itu, aktivitas ekonomi di sektor pariwisata dan gaya hidup, seperti tingkat keterisian (okupansi) kamar hotel serta sektor hiburan, terpantau masih sangat stabil.
“Daya beli masyarakat masih cukup kuat itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita Jadi enggak usah takut kita akan jeblok atau apa,” kata Purbaya.
Lebih lanjut, dengan modal kestabilan struktur ekonomi tersebut, Purbaya bahkan memproyeksikan nilai tukar rupiah memiliki peluang besar untuk menguat signifikan hingga menyentuh level 10.000 per dolar AS di masa mendatang.
Kemerosotan IHSG hingga terlempar ke bawah ambang psikologis level 6.000 menempatkan bursa saham Indonesia sebagai indeks dengan performa paling lemah di regional Asia pada perdagangan kemarin.
Kejatuhan yang signifikan tersebut membuat pasar saham domestik masuk ke dalam jajaran indeks berkinerja terburuk di dunia (worst performing index).
Posisi pelemahan tajam IHSG ini kemudian diikuti oleh beberapa bursa saham global lainnya yang juga mendarat di zona negatif, antara lain:
Swiss Market Index / SWI (Swiss): Anjlok hingga 2,57 persen
Hang Seng (Hong Kong): Mengalami penurunan 1,56 persen
S&P/CLX IPSA / CLP TR (Chile): Melemah 1,48 persen
Dubai Financial Market General Index (UEA): Merosot 1,11 persen
MSX30 Index (Oman): Jatuh 1,05 persen
EGX 30 INDEX (Mesir): Melemah 1,04 persen
DAX 40 GER40 (Jerman): Melemah 0,97 persen









