Kuliah Umum di Unhas, Afi Kalla Tekankan Peran IKM dalam Hilirisasi Ekonomi

Kuliah Umum di Unhas, Afi Kalla Tekankan Peran IKM dalam Hilirisasi Ekonomi

Ekonomi | sindonews | Selasa, 2 Juni 2026 - 21:12
share

Calon Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Afifuddin Suhaili Kalla, menegaskan pentingnya peran industri kecil dan menengah (IKM) dalam mendorong hilirisasi ekonomi nasional. Penegasan tersebut disampaikan dalam kuliah umum di Universitas Hasanuddin, Makassar, menjelang Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI 2026.

"Kita harus membahas bagaimana pentingnya pengembangan Industri Kecil dan Menengah untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mahasiswa harus mampu melahirkan inovasi yang mendorong hilirisasi agar ekonomi kita semakin kuat dan mandiri," ujar Afi Kalla dalam kuliah umum, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga:Menuju Debat Ketiga, Hashtag SjafrieSAfiekalla Menggema di X

Dalam kuliah umum bertajuk "IKM Bikin Jadi: Inovasi Mahasiswa untuk Hilirisasi Ekonomi", Afi memaparkan lima visi utama yang menjadi fokus penguatan IKM. Visi tersebut mencakup digitalisasi, akses pendanaan, kemandirian ekonomi, peningkatan kualitas pengusaha, serta penguatan jejaring.

Ia menjelaskan, digitalisasi menjadi langkah awal melalui percepatan transformasi IKM ke ranah digital. Selain itu, akses pendanaan juga menjadi perhatian melalui upaya memperluas investasi bagi pelaku usaha muda.

Afi menambahkan, kemandirian ekonomi generasi muda harus diperkuat melalui hilirisasi industri dan peningkatan ekspor. Di sisi lain, peningkatan kualitas pengusaha juga diperlukan agar mampu bersaing di pasar global.

Penguatan jejaring menjadi visi terakhir yang dinilai krusial, terutama dalam membangun kolaborasi, advokasi, dan kemitraan strategis antar pelaku usaha muda. Menurut dia, kolaborasi akan menjadi kunci pertumbuhan berkelanjutan.

Baca Juga:Caketum HIPMI Reynaldo: Pariwisata Penggerak Ekonomi Nasional

Ia juga mengidentifikasi empat tantangan utama yang dihadapi pengusaha muda, yakni keterbatasan permodalan, riset, akses pasar, serta koneksi. Tantangan tersebut perlu diatasi melalui sinergi antara dunia akademik dan dunia usaha.

Afi menekankan, mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan ekonomi, tetapi harus aktif menciptakan inovasi yang berdampak. Hal ini penting untuk memperkuat struktur ekonomi nasional berbasis IKM.

Menurut dia, IKM merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan industri besar di Indonesia. "Semua industri besar di Indonesia itu berasal dari industri kecil yang mungkin dimulai dari garasi atau tempat sewa yang sempit," ujarnya.

Topik Menarik