Mayoritas Analis Optimistis, Harga Emas Menanti Ujian Data Tenaga Kerja AS
IDXChannel - Harga emas dunia menutup pekan lalu dengan kenaikan dan berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan pekan ini, seiring melemahnya dolar AS dan meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap prospek logam mulia.
Harga emas spot naik 0,99 persen menjadi USD4.540,53 per troy ons pada Jumat (29/5/2026).
Secara mingguan, emas menguat sekitar 0,68 persen setelah berhasil bangkit dari level terendah dua bulan di USD4.365,76 per troy ons yang sempat disentuh sehari sebelumnya.
Penguatan emas terjadi setelah sentimen pasar membaik menyusul laporan mengenai peluang perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Kondisi tersebut mendorong minat investor kembali ke aset-aset berisiko sekaligus membantu pemulihan harga emas dari tekanan sebelumnya.
Managing Director Bannockburn Global Forex Marc Chandler mengatakan emas berhasil pulih bersamaan dengan aset berisiko lainnya di tengah harapan perpanjangan gencatan senjata di Timur Tengah.
"Emas pulih pada Kamis, bersama aset berisiko, di tengah harapan adanya perpanjangan gencatan senjata di Timur Tengah," ujar Chandler, dikutip Kitco News.
Chief Investment Officer Zaye Capital Markets Naeem Aslam menilai posisi emas saat ini masih kuat meski sensitif terhadap perubahan sentimen pasar.
"Pasar sedang menyeimbangkan dua sinyal yang saling bersaing, yakni meredanya ketegangan geopolitik terkait konflik Iran dan tekanan inflasi yang masih tinggi," kata Aslam.
Optimisme terhadap emas juga tercermin dalam survei mingguan Kitco News.
Dari 12 analis Wall Street yang berpartisipasi, sembilan orang atau 75 persen memperkirakan harga emas naik dalam sepekan ke depan. Sementara dua analis atau 17 persen memprediksi penurunan harga, dan satu analis atau 8 persen memperkirakan pergerakan konsolidasi.
Di sisi lain, sentimen investor ritel mulai melemah. Dari 39 responden dalam jajak pendapat daring Kitco, sebanyak 17 orang atau 44 persen memperkirakan harga emas naik pekan ini.
Sebanyak 10 responden atau 26 persen memprediksi penurunan, sedangkan 12 responden atau 31 persen memperkirakan harga bergerak mendatar.
Meski demikian, sejumlah analis masih melihat ruang kenaikan yang lebih besar bagi emas.
Senior Market Strategist StoneX Bob Haberkorn mengatakan tren jangka menengah emas masih positif dan pasar berpotensi memperoleh kejelasan arah dari berbagai data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini.
Fokus utama pasar kini tertuju pada kesehatan ekonomi dan pasar tenaga kerja AS karena serangkaian data penting berpotensi memengaruhi ekspektasi suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Pada Senin, investor akan mencermati data ISM Manufacturing PMI untuk mengukur kondisi sektor manufaktur. Selanjutnya, laporan JOLTs Job Openings pada Selasa akan memberikan gambaran mengenai kekuatan pasar tenaga kerja AS.
Perhatian pasar kemudian beralih ke laporan ADP Employment dan ISM Services PMI pada Rabu, sebelum data klaim pengangguran mingguan dirilis pada Kamis.
Puncak perhatian akan terjadi pada Jumat dengan publikasi data Non-Farm Payrolls (NFP), yang mencakup pertumbuhan lapangan kerja, tingkat pengangguran, dan pertumbuhan upah.
Data tersebut menjadi salah satu indikator utama yang digunakan The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneter. (Aldo Fernando)









