KEK Indonesia Dilirik Investor Eropa, Fokus ke Energi Hijau hingga AI
JAKARTA - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Indonesia diminati investor Eropa. Saat ini tengah dilakukan penjajakan kerja sama strategis serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di sektor energi hijau, teknologi digital, dan pengelolaan air.
Pemerintah melakukan lawatan diplomasi sejak pekan lalu ke Austria, Slovakia, dan Hungaria. Fokus utama kunjungan tersebut adalah promosi investasi yang diarahkan pada pengembangan KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri terpadu baru di Indonesia.
Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menekankan bahwa Indonesia terus mendorong pengembangan KEK sebagai motor transformasi ekonomi nasional dan pusat pertumbuhan industri masa depan.
“Indonesia menawarkan ekosistem industri terintegrasi, konektivitas strategis ke kawasan Indo-Pasifik, serta peluang jangka panjang untuk kemitraan manufaktur maju yang berkelanjutan,” kata Edwin, Kamis (28/5/2026).
Dalam pertemuan dengan Austrian Federal Economic Chamber (WKÖ) di Wina, Austria, delegasi Indonesia memaparkan stabilitas ekonomi nasional, kebijakan hilirisasi industri, hingga pengembangan kawasan industri dan KEK di Indonesia. Austria menilai Indonesia memiliki posisi strategis sebagai hub produksi di kawasan ASEAN dengan potensi pasar lebih dari 600 juta penduduk.
Pihak Austria juga menyampaikan ketertarikannya terhadap peluang kerja sama di sektor mechanical engineering, advanced manufacturing, renewable energy, automotive components, dan precision manufacturing.
Selanjutnya, di Bratislava, Slovakia, Indonesia menggelar Indonesia-Slovakia Investment and Business Forum yang dihadiri sekitar 40 peserta dari unsur pemerintah dan sektor swasta Slovakia. Forum tersebut mempertemukan Indonesia dengan pelaku usaha di bidang energi baru terbarukan, otomotif, kecerdasan buatan, hingga layanan keuangan.
Edwin menyampaikan bahwa forum tersebut mencerminkan komitmen kuat Indonesia dan Slovakia untuk mempererat kerja sama ekonomi dan membuka peluang investasi baru di sektor manufaktur, logistik, infrastruktur, teknologi, dan pengembangan industri. Ia menilai Slovakia merupakan gerbang strategis menuju kawasan Eropa Tengah, sementara Indonesia menawarkan akses menuju pasar ASEAN yang terus berkembang pesat.
“Kami percaya Slovakia dan Indonesia memiliki potensi besar untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan. Dengan menggabungkan keunggulan industri Slovakia dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinamis, kedua negara dapat membangun rantai pasok yang tangguh dan inovatif,” ujar Edwin.
Salah satu hasil utama forum tersebut adalah penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Innovation Platform Capital dan PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Industropolis Batang pada Selasa (19/5).
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan energi bersih, green hydrogen, AI data center, infrastruktur digital, smart industrial ecosystem, hingga advanced manufacturing.
Berbagai kerja sama ini digadang-gadang menjadi langkah awal dalam memperkuat posisi KEK Industropolis Batang sebagai pusat industri masa depan Indonesia.









