IHSG Sepekan Ambruk 8,35, Kapitalisasi Pasar Merosot Tajam ke Rp10.635 Triliun
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG sepekan selama periode 18-22 Mei 2026 terkoreksi sebesar 8,35 dan ditutup pada level 6.162,045 dari posisi 6.723,320 pada pekan sebelumnya. Selain itu, kapitalisasi pasar BEI (Bursa Efek Indonesia) tercatat anjlok 10,07 menjadi Rp10.635 triliun dari Rp11.825 triliun pada pekan sebelumnya.
Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp309,52 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp41,63 triliun. Selama sepekan, indeks bergerak di level tertingginya 6.635 dan level terendahnya di level 5.966. Tercatat 183 miliar lembar saham ditransaksikan senilai Rp108,85 triliun.
Adapun dari sisi transaksi harian, pada perdagangan pekan ini terpantau mengalami peningkatan sekitar 2,53, dari 35,76 miliar lembar saham per hari (pekan sebelumnya) menjadi 36,6 miliar lembar saham per hari. Hal ini diikuti oleh peningkatan nilai transaksi (jual dan beli) yang meningkat 15,68 dari Rp18,82 triliun menjadi Rp21,77 triliun.
Baca Juga: Malapraktik Penguatan Rupiah dan IHSGSementara dari sisi market tercatat mengalami penurunan pada pekan ini sekitar 10,07 atau setara Rp1,19 triliun, dari Rp11,82 triliun pekan sebelumnya, menjadi Rp10,63 triliun pada akhir sesi di pekan ini.
Selain itu dari komposisi transaksi, investor domestik punya porsi 59 dan investor asing 41. Aktivitas transaksi pada pekan ini diwarnai oleh net buy oleh investor domestik, dan asing masih mencatatkan net sell.Investor domestik membukukan aksi beli selama sepekan ini senilai Rp63,12 triliun dan dibarengi aksi jual senilai Rp63,32 triliun. Selanjutnya investor asing membukukan aksi beli Rp44,72 triliun dan dibarengi aksi jual senilai Rp45,53 triliun.
Baca Juga: IHSG Semringah Jelang Akhir Pekan, Hari Ini Berakhir Menguat ke 6.162
Emiten-emiten yang terpantau mengalami aktivitas transaksi cukup besar dari sisi volume misalnya BUMI, BIPI, BNBR, DEWA, BRMS, LPKR, ASPR, PACK, KOTA, dan CUAN. Namun BMRI, BBCA, BUMI, ANTM, BRPT, BBRI, MDKA, TLKM, AMMN, BRMS masih tercatat sebagai emiten dengan transaksi tertinggi dari sisi nilai sepanjang perdagangan pekan ini.
Rincian Sebaran Investasi Rp498 Triliun yang Masuk RI di Kuartal I 2026, Serap 706 Ribu Pekerja
Selain itu pada perdagangan pekan ini terhitung ada 709 emiten saham yang mengalami tekanan di atas 2 persen, 73 emiten yang mengalami koreksi kurang dari 2, 121 emiten stagnan, dan hanya ada 23 emiten yang mengalami penguatan.
Selama sepekan periode 18-22 Mei 2026, terdapat pencatatan 2 Obligasi dan 1 Sukuk di BEI. Total emisi Obligasi dan Sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2026 adalah 62 Emisi dari 41 Emiten senilai Rp67,84 triliun.
Total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 697 emisi dengan outstanding sebesar Rp569,01 Triliun dan USD148,82 juta, diterbitkan oleh 135 Emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 188 seri dengan nilai nominal Rp6.803,28 triliun dan USD352,10 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 7 emisi senilai Rp3,57 triliun.










