Aset Naik ke Rp8 Triliun, Bisnis Asuransi Syariah Tumbuh 31
JAKARTA - Total aset industri asuransi jiwa syariah meningkat 20 menjadi Rp8 triliun sepanjang 2025. Pada periode yang sama, bisnis baru juga tumbuh 31 menjadi sekitar Rp1 triliun dengan kontribusi bruto mencapai Rp4,2 triliun dan pangsa pasar sekitar 22.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan kinerja perusahaan yang solid di tengah meningkatnya kebutuhan perlindungan berbasis syariah.
“Pertumbuhan double-digit pada kinerja keuangan sepanjang 2025 mencerminkan kepercayaan keluarga Indonesia kepada Prudential Syariah,” ujar Presiden Direktur Prudential Syariah Iskandar Ezzahuddin, Jumat (14/5/2026).
Dari sisi pengelolaan keuangan, aset investasi perusahaan juga meningkat 17 menjadi Rp6 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh pengelolaan portofolio dan dana peserta yang dinilai semakin disiplin dan terarah.
Perusahaan juga mencatat tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) yang jauh di atas ketentuan regulator, yakni RBC Dana Perusahaan sebesar 1.496 dan RBC Dana Tabarru’ sebesar 209, yang menunjukkan kapasitas keuangan yang kuat dalam memenuhi kewajiban kepada peserta.
Selain itu, perusahaan membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp2,2 triliun sepanjang 2025 atau setara sekitar Rp6 miliar per hari kepada peserta dan keluarga yang terdampak risiko.
“Seluruh capaian ini menunjukkan pengelolaan bisnis yang prudent dan berkelanjutan dalam menjaga perlindungan peserta,” kata Iskandar.








