Di Luar Kendali, Inflasi AS Menggila Cetak Rekor Tertinggi dalam 3 Tahun Imbas Kenaikan Harga BBM

Di Luar Kendali, Inflasi AS Menggila Cetak Rekor Tertinggi dalam 3 Tahun Imbas Kenaikan Harga BBM

Ekonomi | sindonews | Selasa, 12 Mei 2026 - 22:12
share

Laju inflasi di Amerika Serikat meningkat lebih cepat dibandingkan titik mana pun dalam tiga tahun terakhir pada April 2026 menyusul lonjakan tajam harga bahan bakar dan pangan akibat meluasnya dampak perang di Iran. Kementerian Tenaga Kerja melaporkan indeks harga konsumen (IHK) tahunan menyentuh angka 3,8, mencatatkan rekor tertinggi sejak Mei 2023 dengan sektor energi menyumbang lebih dari 40 dari total kenaikan tersebut.

"Data inflasi hari ini mengonfirmasi apa yang bisa dilihat semua orang: Biaya di luar kendali, dan Presiden Trump bertanggung jawab," kata anggota peringkat tertinggi Komite Anggaran DPR AS, Rep. Brendan Boyle (D-Pa.), dalam pernyataan resminya di Washington DC, dikutip Politico, Selasa (12/5).

Baca Juga:Ditolak India, Kapal Tanker 60.000 Ton LNG Rusia Terdampar di Dekat Singapura

Kenaikan biaya hidup yang agresif ini tidak hanya terjadi pada sektor energi, tetapi juga merambah ke harga kebutuhan pokok di toko kelontong, restoran, hingga melonjaknya biaya perumahan. Sementara itu, inflasi inti yang mengecualikan biaya makanan dan energi yang volatil tetap merangkak naik ke level 2,8.

Kondisi ekonomi ini menciptakan tekanan politik besar bagi Gedung Putih menjelang musim pemilihan paruh waktu yang kompetitif. Berdasarkan survei terbaru CNN, hanya 30 warga Amerika yang menyetujui penanganan ekonomi oleh Presiden Donald Trump, sementara 75 responden meyakini bahwa konflik dengan Iran telah berdampak negatif secara langsung terhadap keuangan pribadi mereka.

Juru bicara Gedung Putih, Kush Desai, menegaskan posisi pemerintah bahwa gangguan akibat konflik tersebut bersifat sementara dan agenda ekonomi jangka panjang tetap memberikan hasil positif. Pihak kepresidenan kini berfokus pada pemulihan pertumbuhan domestik sembari berupaya menghilangkan ancaman nuklir Iran guna menstabilkan pasar energi global.

Di sisi lain, penutupan sebagian Selat Hormuz telah melumpuhkan rantai pasokan untuk 20 minyak dan gas dunia, serta komoditas kunci produksi semikonduktor dan plastik. Harga bensin di tingkat konsumen kini menembus angka di atas 4,50 USD per galon, atau naik sekitar 1,40 USD dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga:Siapa Erfan Shakourzadeh? Agen CIA dan Mossad yang Digantung di Iran

Meskipun PDB AS tercatat tumbuh 2 pada kuartal pertama 2026, ketahanan ekonomi tersebut dinilai belum mampu memperbaiki persepsi publik. Analis ekonomi memperingatkan bahwa pelepasan cadangan minyak strategis serta keringanan sanksi pada pasokan Rusia sejauh ini masih gagal meredam kenaikan harga di pasar domestik.

Direktur Pengelola Penelitian Makroekonomi Guggenheim Partners, Matt Bush, menilai kenaikan inflasi ini merupakan pukulan telak bagi pendapatan riil masyarakat. Situasi ini diprediksi akan menjadi risiko besar bagi tingkat pengeluaran konsumen di masa depan, mengingat pemulihan infrastruktur energi yang rusak akibat konflik diperkirakan memakan waktu berbulan-bulan hingga tahunan.

Topik Menarik