Imbas Perang AS-Israel Vs Iran, Perusahaan Tekstil dan Garmen Terancam Tutup

Imbas Perang AS-Israel Vs Iran, Perusahaan Tekstil dan Garmen Terancam Tutup

Ekonomi | sindonews | Kamis, 7 Mei 2026 - 14:36
share

Presiden KSPI dan Partai Buruh Said Iqbal menyoroti perang Amerika Serikat dan Israel versus Iran dapat berdampak bagi penutupan perusahaan bidang tekstil, garmen, plastik, hingga elektronik di Indonesia. Pihaknya bakal menunggu 3 bulan ke depan tentang ada tidaknya PHK massal.

"Semua pengusaha juga kalau bisa kan jangan PHK, jadi dia enggak akan mungkin dia akan mengatakan PHK. Kita tunggu 3 bulan ke depan, ada 10 perusahaan kemungkinan di industri tekstil, garmen, plastik, komponen elektronik yang akan tutup di Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan sebagian di Jakarta," ujar Said, Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Terdampak Perang, 40.000 Perusahaan Israel Tutup Sejak Oktober

Para buruh berharap sejatinya ke depan tidak ada PHK massal. PHK massal itu bisa saja terjadi imbas adanya konflik global yang masih menghantui hingga kini.

"Itu kemungkinan akibat perang Amerika Serikat-Israel versus Iran, kalau masih berlanjut. Karena biaya energi kan tinggi," katanya.

Dia prihatin atas PHK massal yang terjadi pada PT Krakatau Osaka Steel (KOS), yang mana ratusan karyawan terpaksa berhenti kerja imbas penutupan perusahaan tersebut. Pihaknya telah membuka posko pengaduan bagi karyawan yang terkena PHK.

Topik Menarik