Prabowo soal Krisis BBM: Banyak Negara Panik, Indonesia Masih Aman!

Prabowo soal Krisis BBM: Banyak Negara Panik, Indonesia Masih Aman!

Ekonomi | okezone | Jum'at, 1 Mei 2026 - 11:32
share

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan kondisi Indonesia masih relatif aman di tengah situasi global yang tengah bergejolak yang membuat krisis BBM hingga pangan.

Prabowo menilai banyak negara saat ini menghadapi krisis dan kepanikan, terutama terkait ketahanan pangan dan energi. Namun, Prabowo  menegaskan Indonesia berada dalam posisi yang lebih aman.

"Saudara-saudara, perhatikan seluruh dunia dalam keadaan krisis, banyak negara sudah panik, kita masih aman, kita swasembada pangan, pangan kita aman, BBM kita masih aman," ujarnya Prabowo dalam peringatan May Day 2026 di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Prabowo juga optimistis bahwa Indonesia tidak lama lagi akan mencapai kemandirian energi, termasuk swasembada bahan bakar minyak (BBM). "Berapa tahun lagi kita tidak lama lagi kita akan swasembada BBM, swasembada energi," janjinya.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menargetkan Indonesia akan mencapai swasembada energi pada akhir 2029. Meski begitu, ia memastikan pemerintah akan bekerja cepat supaya target swasembada energi bisa segera dicapai.

Prabowo optimistis target itu bisa segera tercapai apalagi Indonesia dikaruniai sumber yang luar biasa. Dia menegaskan tugas dari pemerintah adalah mengelola sumber daya alam yang ada dengan sebaik-baiknya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan prestasi Indonesia yang dinilai sebagai negara dengan ketahanan energi terbaik kedua di dunia, meski dinamika kondisi geopolitik global saat ini memengaruhi pasokan energi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

"Di tengah (kondisi) geopolitik itu melahirkan ketidakpastian terhadap seluruh pasokan energi global. Dalam kondisi seperti ini, kita harus bersyukur di bawah kepemimpinan Presiden Bapak Prabowo Subianto yang notabenenya adalah alumni TNI, Indonesia dinilai oleh JP Morgan itu menjadi negara terbaik kedua di dunia yang mempunyai ketahanan energi," ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).

 

Bahlil menjelaskan, prestasi tersebut berdasarkan laporan Eye on the Market yang dikeluarkan oleh JP Morgan Asset Management. Laporan tersebut menganalisis 52 negara konsumen energi terbesar yang mewakili sekitar 82 persen konsumsi energi dunia. Indonesia menempati posisi kedua, di bawah Afrika Selatan, namun satu tingkat di atas Tiongkok yang berada di posisi ketiga.

Indonesia dianggap sebagai negara yang tahan krisis energi yang terjadi saat ini karena produksi domestik minyak dan gas bumi (migas) yang cukup besar. Ketahanan terhadap krisis juga disebabkan produksi dan cadangan batubara Indonesia yang masih dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selain itu, potensi energi baru dan terbarukan yang besar di seluruh wilayah Indonesia juga mampu menopang kemandirian energi Indonesia.

Topik Menarik