Menhub Klaim Arus MudikBalik Lebaran 2026 Lebih Lancar, Kecepatan Rerata Kendaraan 81 Km/Jam

Menhub Klaim Arus MudikBalik Lebaran 2026 Lebih Lancar, Kecepatan Rerata Kendaraan 81 Km/Jam

Ekonomi | sindonews | Senin, 30 Maret 2026 - 13:52
share

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengklaim arus mudik dan balik Lebaran 2026 berlangsung lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu indikatornya terlihat dari kecepatan rata-rata kendaraan di ruas tol utama yang tetap tinggi selama periode puncak pergerakan.

Berdasarkan hasil pemantauan selama masa Angkutan Lebaran 2026 pada 13 hingga 29 Maret, kecepatan rata-rata kendaraan dari Jakarta menuju Semarang saat arus mudik tercatat mencapai 81,60 kilometer per jam. Sementara pada arus balik dari arah timur ke barat, kecepatan rata-rata mencapai 81,36 kilometer per jam.

Dudy mengatakan, capaian tersebut menunjukkan efektivitas kebijakan pengaturan dan pengendalian lalu lintas yang diterapkan selama periode Lebaran. Berbagai rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan sistem satu arah (one way) dan pengaturan di titik-titik krusial, dinilai mampu menjaga kelancaran arus kendaraan.

Baca Juga: Mobilitas Masyarakat Selama Lebaran 2026 Tembus 147,5 Juta Orang, Naik 2,53

"Kelancaran ini merupakan hasil kerja bersama dan koordinasi lintas sektor yang berjalan dengan baik, baik antara kementerian, lembaga, kepolisian, pemerintah daerah, maupun operator jalan tol," ujarnya dalam penutupan posko angkutan lebaran di Kantor Kementerian Perhubungan, Senin (30/3/2026).

Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan pemantauan melalui ribuan titik pengawasan di seluruh jaringan transportasi. Tercatat terdapat lebih dari 7.000 titik CCTV serta puluhan titik pemantauan menggunakan drone yang membantu pengambilan keputusan secara cepat di lapangan.

Dari sisi volume kendaraan, jumlah kendaraan keluar dari wilayah Jabodetabek selama periode mudik tercatat mencapai 2,96 juta unit, meningkat sekitar 4 dibandingkan tahun lalu. Mayoritas kendaraan bergerak menuju arah timur Pulau Jawa.

Sementara itu kendaraan yang kembali ke wilayah Jabodetabek pada arus balik tercatat sebanyak 2,70 juta unit, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Meski volume cukup besar, arus lalu lintas tetap dapat terjaga dengan baik.

Baca Juga: 2,77 Juta Kendaraan Pemudik Telah Kembali ke Jabotabek hingga H+7 LebaranMenurut Dudy, kelancaran arus mudik dan balik tidak hanya dipengaruhi oleh rekayasa lalu lintas, tetapi juga kesiapan infrastruktur, kondisi kendaraan, serta kepatuhan masyarakat terhadap aturan yang berlaku.Meski demikian pemerintah tetap akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Angkutan Lebaran tahun ini. Beberapa aspek seperti pengelolaan rest area, kepadatan di titik tertentu, hingga peningkatan layanan akan menjadi perhatian untuk perbaikan ke depan.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Kelancaran harus diiringi dengan kepastian bahwa seluruh perjalanan berlangsung aman dan sesuai standar,” tegasnya.

Dengan berakhirnya periode angkutan Lebaran 2026, pemerintah memastikan berbagai catatan evaluasi akan menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan transportasi pada momentum Lebaran tahun berikutnya.

Topik Menarik