Arus Balik, Menteri PU Pastikan Infrastruktur Jalan Tol Dalam Kondisi Baik

Arus Balik, Menteri PU Pastikan Infrastruktur Jalan Tol Dalam Kondisi Baik

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:03
share

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau arus balik di jalan tol Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang, Sabtu (28/3/2026). Pantauan ini untuk memastikan seluruh infrastruktur jalan tol dalam kondisi baik.

Dalam tinjauannya, Dody Hanggodo didampingi Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono. Turut hadir Direktur Bisnis Jasa Marga Reza Febriano, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PU Wilan Oktavian, Dirlantas Jawa Tengah Kombes Pol M Pratama Adhyasastra, beserta jajaran terkait. Baca juga:One Way Lokal KM 263-KM 70, Kendaraan Diimbau Manfaatkan Akses Keluar Alternatif

Dody Hanggodo menegaskan pihaknya terus memastikan kualitas infrastruktur jalan tol tetap terjaga. Terutama di tengah kondisi cuaca hujan yang masih berlangsung yang berpotensi menyebabkan kerusakan seperti lubang. ”Apabila ditemukan kondisi tersebut, kami instruksikan agar segera dilakukan perbaikan maksimal dalam waktu 1x24 jam sehingga tidak mengganggu kelancaran arus balik,” katanya.

Jasa Marga memastikan seluruh ruas tol dalam kondisi optimal tanpa adanya pekerjaan konstruksi besar selama periode arus mudik dan balik. “Kami memastikan seluruh ruas Jasa Marga Group siap melayani masyarakat selama periode arus mudik maupun balik Lebaran 2026, khususnya saat ini bagi pengguna jalan yang akan kembali ke Jakarta,” ujar Rivan A Purwantono.

Ia mengatakan, kondisi arus balik saat ini terpantau ramai lancar. Setelah periode puncak arus 24 Maret 2026 berhasil diantisipasi, peningkatan arus yang terjadi pada 28-29 Maret 2026 juga akan dapat dikelola dengan lebih baik lagi bersama dengan para stakeholder terkait. ”Dengan dukungan layanan dan infrastruktur yang optimal, kami berupaya menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, lancar dan berkeselamatan selama di jalan tol,” jelasnya.Jasa Marga mendukung sejumlah rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow. Kebijakan ini ditetapkan berdasarkan pemantauan lalu lintas terkini melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang dikolaborasikan dengan pantauan petugas di lapangan, khususnya untuk perjalanan menuju Jakarta dari arah Jalan Tol Batang-Semarang, Jalan Tol Semarang ABC, Jalan Tol Semarang-Solo hingga Jalan Tol Solo-Ngawi.

Selain rekayasa lalu lintas, kesiapan infrastruktur juga menjadi fokus utama. Termasuk kondisi jalan dan fasilitas rest area guna menunjang kenyamanan pengguna jalan, khususnya saat pemberlakuan rekayasa lalu lintas.

Evaluasi dan penataan rest area terus dilakukan, baik dari sisi pengaturan arus maupun kapasitas. Pengguna jalan juga dapat mengoptimalkan rest area alternatif di sekitar akses keluar tol di sepanjang Jalan Tol Trans Jawa. Mulai dari Jalan Tol Semarang–Solo KM 444 hingga Jalan Tol Jakarta–Cikampek KM 72, sehingga tetap memiliki pilihan apabila rest area utama di jalan tol padat.

Berdasarkan data hingga Jumat (27/3/2026) tercatat sebanyak 2,5 juta kendaraan telah menuju wilayah Jakarta atau sekitar 75 dari proyeksi lalu lintas yang kembali ke Jabotabek sebesar 3,39 juta pada periode 11-31 Maret 2026. Hal ini menunjukkan bahwa sekitar 25 pengguna jalan masih akan melakukan perjalanan arus balik pada 28–29 Maret 2026. Kendati demikian, Jasa Marga memastikan kesiapan infrastruktur, petugas operasional, armada layanan, serta fasilitas pendukung lainnya dalam kondisi optimal guna menjaga arus balik tetap terkendali. Baca juga:Menteri PU Ungkap Biaya Pembangunan Infrastruktur RI Tembus Rp1.905,3 Triliun

Di sisi lain, optimalisasi layanan digital melalui aplikasi Travoy turut membantu pengguna jalan dalam mempersiapkan perjalanan, mulai dari informasi tarif tol, kondisi lalu lintas secara real time, hingga pengisian saldo uang elektronik. Peningkatan pemanfaatan aplikasi ini menunjukkan kesiapan masyarakat dalam merencanakan perjalanan secara lebih baik, termasuk memastikan kecukupan saldo dan bahan bakar minyak (BBM) sebelum memasuki jalan tol.

Pengguna jalan juga diimbau untuk memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima dan laik jalan. Selain itu, pengguna jalan diharapkan mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan serta mengatur waktu istirahat dengan bijak dengan tidak berlama-lama di rest area agar dapat digunakan secara bergantian oleh pengguna lainnya.

Topik Menarik