RISE Cetak Pendapatan Rp410,72 Miliar, Penjualan Apartemen Naik 155 Persen
IDXChannel – PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) atau Tanrise Property membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025, dengan pertumbuhan pendapatan dan laba tahun berjalan yang signifikan, mencerminkan keberhasilan strategi bisnis dan optimalisasi portofolio proyek.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun 2025, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp410,72 miliar, meningkat sekitar 12,35 persen dibandingkan Rp365,59 miliar pada 2024.
"Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi penjualan properti serta kinerja segmen operasional yang lebih optimal," ujar Presiden Direktur RISE Budi Agusti dalam pernyataan resminya, Kamis (26/3/2026).
Penjualan apartemen menunjukkan kenaikan tertinggi yakni 155 persen YoY dan menyumbang 37 persen dari total pendapatan di 2025, naik dari 16 persen di 2024. Pendapatan dari perhotelan menurun, sejalan dengan keadaan pengetatan yang dilakukan oleh pemerintah, sehingga kontribusinya menurun menjadi 44 persen dari total dari 60 persen di 2024.
Sejalan dengan peningkatan pendapatan, perseroan juga berhasil mencatatkan lonjakan profitabilitas yang kuat. Laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp92,21 miliar, meningkat signifikan sekitar 165 persen dibandingkan Rp34,81 miliar pada tahun sebelumnya.
"Kenaikan laba ini ditopang oleh peningkatan laba usaha serta efisiensi beban operasional yang berkelanjutan," kata Budi.
Selain itu, laba usaha perseroan meningkat menjadi Rp85,90 miliar dari Rp46,66 miliar pada 2024, mencerminkan perbaikan margin dan efektivitas pengelolaan biaya.
Budi mengungkapkan, pencapaian kinerja sepanjang 2025 menunjukkan fundamental bisnis perseroan yang semakin kuat. "Pertumbuhan pendapatan yang konsisten serta lonjakan laba tahun berjalan mencerminkan keberhasilan kami dalam mengelola proyek secara selektif dan meningkatkan efisiensi operasional,” ujarnya.
Dari sisi struktur pendapatan, kata dia, segmen pengembangan real estat masih menjadi kontributor utama dengan kontribusi hingga 54 persen atau Rp220,9 miliar, sejalan dengan fokus bisnis perseroan sebagai pengembang properti.
Di sisi lain, kontribusi dari segmen perkantoran dan hospitality mulai menunjukkan peran yang semakin penting dalam memberikan pendapatan berulang (reccuring income) yang lebih stabil, terutama seiring dengan pemulihan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Memasuki 2026, Budi mengatakan, perseroan akan tetap berfokus pada pengembangan proyek-proyek yang memiliki daya serap pasar yang kuat, sekaligus mempercepat monetisasi proyek eksisting untuk mendukung arus kas yang lebih sehat.
Di saat yang sama, perseroan juga terus mendorong peningkatan kontribusi pendapatan berulang, khususnya dari segmen hospitality dan aset komersial, guna memperkuat stabilitas kinerja jangka panjang. Kombinasi tersebut akan menjadi fondasi yang kuat bagi perseroan dalam menjaga kesinambungan kinerja di masa mendatang.
“Dengan landasan kinerja yang kuat di 2025, perseroan optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan pada tahun-tahun mendatang. Melalui strategi pengembangan proyek yang terukur serta diversifikasi portofolio sekaligus menjaga disiplin keuangan untuk memastikan keberlanjutan kinerja di tengah dinamika industri properti,” ujar Budi.
(Dhera Arizona)










