Hemat BBM, Driver Ojol Minta Subsidi Buat Beli Motor Listrik
JAKARTA - Asosiasi pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Garda Indonesia meminta subsidi BBM dialihkan ke sepeda motor listrik. Hal ini sebagai langkah untuk mendukung rencana pemerintah untuk menghemat BBM di tengah konflik Timur Tengah imbas perang AS-Israel vs Iran.
Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono mengatakan, ancaman krisis energi BBM ini berpotensi menimbulkan disrupsi ekonomi nasional.
"Oleh karena itu, asosiasi pengemudi ojek online Garda Indonesia secara tegas mendorong Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan kajian komprehensif mengenai pengalihan sebagian subsidi BBM menjadi subsidi pembelian sepeda motor listrik bagi pengemudi ojek daring," kata Igun di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
"Disertai penyediaan fasilitas pembiayaan yang terjangkau untuk program penukaran sepeda motor berbahan bakar minyak," ujarnya.
Menurut Igun, ekosistem ojek daring telah menjadi pilar utama dalam rantai pasok barang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta transportasi penumpang yang efisien. Dengan estimasi 7 juta pengemudi ojek daring di seluruh Indonesia, pengalihan subsidi BBM ke sepeda motor listrik merupakan langkah strategis yang tepat sasaran.
"Hal ini guna mengurangi ketergantungan impor BBM, menekan emisi gas rumah kaca dan memperkuat ketahanan energi nasional," katanya.
Selain itu, pihaknya mengimbau pemerintah untuk segera mengkaji dan mengimplementasikan kebijakan ini, termasuk skema pembiayaan kredit berbunga rendah bagi pengemudi ojek daring. Inisiatif tersebut tidak hanya menjadi solusi mitigasi krisis BBM, melainkan juga katalisator transformasi ekonomi berkelanjutan melalui sektor gig economy.
"Asosiasi siap menjalin kerja sama serta kajian bersama dengan instansi pemerintah terkait, platform ojek daring, sektor pembiayaan serta produsen sepeda motor listrik untuk realisasi program sebagai bentuk mitigasi potensi krisis BBM di Indonesia," katanya.










