Ini Alasan Mendesak WFH 1 Hari Seminggu Wajib Dijalankan

Ini Alasan Mendesak WFH 1 Hari Seminggu Wajib Dijalankan

Ekonomi | okezone | Minggu, 22 Maret 2026 - 11:13
share

JAKARTA — Pemerintah akan memberlakukan kerja dari rumah (Work From Home / WFH) satu hari dalam seminggu bagi ASN, pekerja swasta, dan pemerintah daerah. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah potensi terganggunya pasokan minyak mentah akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan kebijakan WFH bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta diambil sebagai upaya menekan konsumsi BBM di tengah potensi gangguan pasokan minyak mentah akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Rencana ini sebelumnya telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat di Istana pada Kamis (19/3/2026).

“WFH akan didetailkan, tetapi pelaksanaannya akan dilakukan setelah Lebaran,” tegasnya, Minggu (22/3/2026).

Dalam konsepnya, WFH akan diterapkan satu hari dalam lima hari kerja per minggu. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi mobilitas pekerja secara signifikan, sehingga beban subsidi energi dapat ditekan.

“Dengan tingginya harga minyak, perlu efisiensi waktu kerja. Ini tidak hanya berlaku untuk ASN, tetapi juga untuk pekerja swasta dan pemerintah daerah,” jelas Airlangga.

 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambahkan, jika kebijakan WFH satu hari ini berjalan efektif setelah masa libur Lebaran, beban konsumsi BBM nasional dapat ditekan secara signifikan. Berdasarkan estimasi awal, penghematan energi diproyeksikan mencapai sekitar 20 persen.

“Ada hitungan kasar, bukan saya yang menghitung. Tapi perkiraan seharian, sekitar 20 persen,” tutur Purbaya.

Topik Menarik