Uang THR Masih Sisa? Cermati Saham Berkualitas Ini buat Investasi Jangka Panjang
IDXChannel - Lebaran yang jatuh pada Sabtu (21/3/2026) ini menjadi momen jeda bagi pelaku pasar, seiring Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru akan kembali beroperasi pada 25 Maret 2026 mendatang.
Di tengah libur panjang ini, sisa tunjangan hari raya (THR) bisa dimanfaatkan untuk menyusun strategi investasi, salah satunya dengan mencermati saham-saham berkualitas.
Pendekatan quality investing menitikberatkan pada perusahaan dengan fundamental kuat, ditopang laba yang konsisten bertumbuh, arus kas yang sehat, serta tingkat utang yang relatif rendah.
Emiten dengan karakter seperti ini umumnya lebih tahan menghadapi gejolak pasar dan mampu menciptakan nilai dalam jangka panjang.
Sejumlah saham di bursa domestik menunjukkan kriteria tersebut. Menurut himpunan data Stockbit, emiten kesehatan PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED), misalnya, mencatat rata-rata return on equity (ROE) lima tahun sebesar 31,54 persen dengan laba bersih (trailing twelve months/TTM) Rp366,95 miliar dan arus kas bebas (free cash flow/FCF) Rp320,06 miliar.
Emiten komponen otomotif PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) juga tampil solid dengan ROE 27,17 persen dan laba bersih Rp1,12 triliun, didukung struktur utang yang relatif kecil.
Kemudian, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) membukukan ROE 25,19 persen dengan laba bersih Rp1,21 triliun, meski memiliki utang lebih tinggi dibandingkan emiten lain.
Sementara itu, PT Akasha Wira Internasional Tbk (ADES) mencatat ROE 24,07 persen tanpa utang jangka panjang.
Dari sektor konsumer dan kesehatan, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menonjol berkat kekuatan arus kas.
CMRY mencatat free cash flow Rp1,26 triliun dengan laba bersih Rp2,03 triliun, sedangkan KLBF membukukan arus kas bebas Rp2,69 triliun dan laba bersih Rp3,49 triliun.
Emiten pengelola rumah sakit PT Mitra keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) juga menunjukkan stabilitas dengan utang yang sangat rendah dan laba bersih Rp1,29 triliun.
Lebih lanjut, emiten perkebunan sawit PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) turut masuk dalam radar dengan profitabilitas yang terjaga dan pertumbuhan laba yang berkelanjutan.
Secara umum, saham-saham ini memiliki kesamaan berupa ROE di atas 15 persen, pertumbuhan laba yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir, serta arus kas yang solid.
Memanfaatkan sisa THR untuk masuk ke saham berkualitas bisa menjadi langkah awal membangun portofolio jangka panjang.
Fokusnya bukan pada keuntungan cepat, melainkan pada konsistensi kinerja bisnis yang pada akhirnya tercermin dalam nilai investasi. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.










