Kinerja Operasional IPCC Tumbuh 13,5 Persen hingga Februari 2026
IDXChannel - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat kinerja operasional yang positif kembali berlanjut pada dua bulan pertama 2026. Secara konsolidasi, kinerja terminal kendaraan yang meliputi penanganan CBU, alat berat, serta truck/bus tumbuh 13,5 persen.
Pertumbuhan paling menonjol terlihat pada segmen kargo truck/bus yang mencapai 17.062 unit, tumbuh 50,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, kunjungan kapal juga mencapai 593 call, tumbuh 111 call atau 23,06 persen pada Januari-Februari 2026.
Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi menjelaskan, peningkatan kinerja tersebut didukung oleh penguatan sistem operasional berbasis digital melalui implementasi PTOS-C, yang menjadi platform terintegrasi dalam pengelolaan operasional terminal internasional maupun domestik. Penerapan sistem ini berperan penting meningkatkan efektivitas layanan, mempercepat proses operasional, serta memberikan visibilitas yang lebih baik bagi para pengguna jasa.
“Transformasi digital melalui implementasi PTOS-C merupakan bagian penting dari strategi kami dalam membangun sistem operasional terminal kendaraan yang lebih terintegrasi, efisien, dan transparan. Melalui penguatan platform digital ini, kami tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi para pengguna jasa, tetapi juga memastikan bahwa IPCC mampu menghadirkan operasional yang adaptif, andal, dan berkelanjutan di tengah dinamika industri logistik otomotif yang terus berkembang,” ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (16/3/2026).
Direktur Operasi dan Teknik IPCC, Bagus Dwipoyono mengatakan, pertumbuhan aktivitas ekspor kendaraan turut menjadi salah satu pendorong penguatan kinerja operasional IPCC, khususnya pada segmen kargo Completely Built Up (CBU). Hingga Februari 2026, perseroan mencatatkan penanganan sebanyak 62.630 unit CBU, meningkat sekitar 35 persen secara tahunan.
Capaian ini sekaligus menegaskan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi industri otomotif yang mendapat kepercayaan pasar global, dengan Vietnam tercatat sebagai negara tujuan ekspor terbesar pada periode tersebut, mencapai 11.672 unit kendaraan. Secara keseluruhan, pada segmen kargo CBU, IPCC melayani 139.480 unit kendaraan, naik 5.895 unit atau tumbuh 4,41 persen.
Sepanjang Januari-Februari 2026, IPCC menangani 195.729 unit kargo kendaraan, terdiri dari CBU, truck/bus, serta alat berat. Jumlah tersebut meningkat 23.319 unit dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, mencerminkan peningkatan aktivitas logistik otomotif yang terus berkembang.
Sejalan dengan penguatan peran perusahaan dalam mendukung rantai pasok industri nasional, ayanan kargo alat berat turut mencatatkan kinerja positif dan menjadi kontributor terbesar kedua bagi aktivitas operasional perusahaan. Hingga Februari 2026, penanganan alat berat mencapai 5.477 unit, meningkat 7,08 persen atau bertambah 362 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Peningkatan kinerja operasional pada awal tahun ini mencerminkan efektivitas strategi pengelolaan terminal kendaraan yang kami jalankan secara konsisten. Pertumbuhan pada segmen CBU serta peningkatan volume kargo secara konsolidasi menunjukkan bahwa aktivitas logistik otomotif tetap bergerak positif, sekaligus memperkuat peran IPCC dalam mendukung kelancaran distribusi kendaraan baik untuk pasar domestik maupun ekspor,” ujar Bagus.
Sekretaris Perusahaan IPCC, Endah Dwi Liesly menambahkan, pertumbuhan kinerja operasional pada berbagai segmen layanan ini menunjukkan bahwa inisiatif pengembangan bisnis yang dijalankan IPCC mampu merespons dinamika kebutuhan industri secara adaptif.
"Melalui penguatan jaringan terminal, optimalisasi sistem operasional terintegrasi, serta penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, kami optimis IPCC dapat terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung rantai pasok industri nasional yang semakin kompetitif,” pungkasnya.
(Rahmat Fiansyah)









