Jelang Pencairan THR, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan Digital
JAKARTA – Menjelang pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), masyarakat diminta waspada terhadap penipuan digital. Penyedia solusi digital identity dan fraud prevention VIDA mengingatkan banyaknya penipuan digital berkedok link-link yang bisa menyedot data pengguna.
Edukasi bertajuk “Jangan Asal Klik” ini pun digaungkan guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap maraknya penipuan digital. Kampanye yang dikemas dalam bentuk Public Service Announcement (PSA) ini bertujuan meningkatkan literasi anti-scam, terutama pada periode ketika aktivitas transaksi digital masyarakat meningkat. Momentum seperti pencairan THR sering dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk melancarkan berbagai modus penipuan.
Lonjakan Scam Saat THR dan Periode Gajian
Berdasarkan data whitepaper VIDA 2026 SEA Digital Identity Fraud Outlook, lonjakan kasus penipuan kerap terjadi saat pencairan dana secara massal, termasuk pada periode THR. Ketika transaksi digital meningkat tajam, kondisi tersebut menciptakan peluang bagi pelaku kejahatan untuk menyisipkan modus penipuan yang tampak meyakinkan.
Selain momen THR, laporan tersebut juga menyoroti fenomena yang disebut payday pulse, yaitu peningkatan risiko penipuan pada rentang tanggal 25 hingga 28 setiap bulan yang bertepatan dengan periode pencairan gaji.
Menurut Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Teguh Afriyadi tren penipuan digital saat ini sangat dipengaruhi oleh momentum tertentu serta kebiasaan pengguna internet yang sering kali kurang melakukan verifikasi.
“Setidaknya ada sekitar 1.700 laporan terkait scam setiap hari. Polanya meningkat dan sangat bergantung pada momentum, seperti menjelang Lebaran, Natal, atau libur sekolah,” ujarnya.
Aplikasi Pesan Jadi Kanal Penipuan Terbanyak
Data dari CekRekening.id menunjukkan bahwa penipuan paling banyak terjadi melalui aplikasi pesan dan media sosial. Sejak 2017 hingga 31 Oktober 2025, tercatat 396.691 laporan terkait nomor rekening atau e-wallet yang terindikasi digunakan untuk penipuan melalui aplikasi pesan.
Sementara itu, media sosial berada di urutan kedua dengan total 281.050 laporan.
Ajakan untuk Lebih Waspada
Melalui kampanye “Jangan Asal Klik”, VIDA mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati sebelum merespons pesan, tautan, atau dokumen yang diterima secara digital.
Beberapa langkah sederhana yang dianjurkan antara lain:
Tidak mengklik tautan dari pesan yang tidak dikenal
Tidak membagikan kode OTP, PIN, atau kode verifikasi
Waspada terhadap file APK atau dokumen yang meminta instalasi aplikasi tambahan
Selalu memverifikasi permintaan transfer dana, meski mengatasnamakan orang terdekat
Menurut Chief Operating Officer VIDA Victor Indajang, penipuan digital saat ini semakin terorganisasi dan berkembang layaknya industri. Karena itu, kesadaran pengguna menjadi garis pertahanan pertama dalam mencegah kejahatan siber.
Di sisi teknologi, VIDA juga mengembangkan sistem keamanan berlapis melalui solusi autentikasi tambahan seperti FaceToken dan PhoneToken yang memanfaatkan verifikasi biometrik dan perangkat untuk memperkuat keamanan akses digital.









