Jamin Anggaran MBG Tak Dipangkas, Purbaya Bakal Coret Belanja Tak Produktif

Jamin Anggaran MBG Tak Dipangkas, Purbaya Bakal Coret Belanja Tak Produktif

Ekonomi | okezone | Senin, 9 Maret 2026 - 21:38
share

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap mempertahankan pagu anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah dinamika ekonomi global. Meski demikian, Kementerian Keuangan akan melakukan penyisiran ketat terhadap setiap detail alokasi guna memastikan dana tersebut benar-benar tepat sasaran dan efisien.

Penegasan ini disampaikan Purbaya untuk menepis isu pemotongan anggaran program prioritas tersebut. Ia menekankan bahwa efisiensi hanya akan menyasar komponen belanja pendukung yang dinilai tidak memberikan dampak langsung pada kualitas gizi penerima manfaat.

“Jadi MBG nggak akan dipotong, kecuali (untuk bagian program MBG) yang tidak produktif. Ya kita lihat aja. Kalau dia mengajukan untuk beli motor dan komputer maka kami coret. Terutama yang nggak perlu-perlu dan tidak berhubungan dengan makanan,” ucap Purbaya di Pasar Tanah Abang, pada Senin (9/3/2026).

Mengingat skala program MBG yang sangat besar, pemerintah akan menerapkan sistem evaluasi berkelanjutan. Purbaya menyebutkan bahwa dalam satu bulan ke depan, instansinya akan terus memantau efektivitas belanja agar setiap rupiah yang dikeluarkan memiliki nilai manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

“Kita lihat terus dari waktu ke waktu. MBG tidak kami potong anggarannya, tetapi kita pastikan yang dibelanjakan betul-betul efektif dan efisien. Sambil lihat dalam waktu satu bulan,” jelas Purbaya.

 

Pemerintah memposisikan program MBG sebagai pilar penguatan kualitas sumber daya manusia, sehingga alokasi untuk penyediaan makanan menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Penghematan atau realokasi hanya akan dilakukan jika ditemukan usulan belanja fasilitas administratif yang dianggap bisa ditunda atau tidak mendesak.

Langkah ini diambil guna menjaga kesehatan fiskal serta memastikan program tetap berjalan optimal meski saat ini harga minyak dunia sedang mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

Topik Menarik