Danantara Tunjuk 2 Perusahaan China Jadi Operator Pembangkit Listrik Sampah

Danantara Tunjuk 2 Perusahaan China Jadi Operator Pembangkit Listrik Sampah

Ekonomi | okezone | Jum'at, 6 Maret 2026 - 17:35
share

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menetapkan dua perusahaan asal China sebagai mitra operator proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste-to-Energy (WtE) di Bekasi dan Denpasar.

Kedua perusahaan tersebut, antara lain Wangneng Environment Co., Ltd. sebagai operator fasilitas WtE di Bekasi, sementara Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. ditunjuk untuk mengoperasikan fasilitas serupa di wilayah Denpasar Raya.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, penetapan mitra operator tersebut merupakan hasil dari proses seleksi yang komprehensif dan melibatkan berbagai perusahaan internasional berpengalaman.

"Pengumuman hari ini menandai langkah penting dalam memastikan fasilitas Waste-to-Energy dikelola dengan standar tertinggi dalam keandalan operasional, keselamatan, dan akuntabilitas," ujar Pandu dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Dia menambahkan, Danantara akan terus bekerja sama dengan mitra operator, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong pengurangan sampah sekaligus meningkatkan produksi energi bersih.

"Kami akan terus bekerja sama erat dengan para mitra, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menghadirkan kemajuan yang terukur dalam pengurangan sampah dan pembangkitan energi bersih," katanya.

 


Penunjukan mitra ini merupakan bagian dari pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 mengenai pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik. Program tersebut bertujuan memperkuat sistem pengelolaan sampah perkotaan, mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA), serta mendukung pembangunan energi berkelanjutan.

Danantara juga mensyaratkan mitra operator untuk membentuk konsorsium dengan mitra lokal guna mendorong transfer teknologi dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah serta perusahaan Indonesia.

Selain itu, lembaga tersebut menekankan pentingnya tata kelola proyek yang transparan dan berbasis mitigasi risiko sejak tahap awal.

Pandu menegaskan, mitra operator yang telah dipilih diharapkan mampu menjaga kinerja operasional yang konsisten serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku.

"Mitra operator terpilih diharapkan mampu menjaga kinerja operasional yang konsisten, memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku, serta mendorong keterlibatan yang berkelanjutan dengan masyarakat," ujarnya.

Topik Menarik