CPO Terkoreksi usai Reli 3 Hari, Aksi Ambil Untung Tekan Harga

CPO Terkoreksi usai Reli 3 Hari, Aksi Ambil Untung Tekan Harga

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 4 Maret 2026 - 15:50
share

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) turun pada Rabu (4/3/2026) setelah menyentuh level tertinggi dalam hampir empat pekan pada hari sebelumnya, tertekan aksi ambil untung serta pelemahan harga minyak nabati di Dalian dan Chicago.

Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Mei di Bursa Malaysia Derivatives Exchange melemah 0,19 persen menjadi 4.178 ringgit Malaysia per ton pada 15.15 WIBm setelah mencatat kenaikan tiga hari berturut-turut.

“Futures CPO hari ini mengikuti pelemahan minyak kedelai Dalian dan Chicago seiring aksi ambil untung setelah reli baru-baru ini, dan diperkirakan bergerak di kisaran 4.150-4.300 ringgit per ton berdasarkan harga minyak mentah saat ini,” ujar seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur, dikutip Reuters.

Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,26 persen, sementara kontrak minyak sawitnya turun 0,04 persen setelah sempat merosot hingga 0,49 persen pada awal sesi.

Sementara itu, minyak kedelai di Chicago Board of Trade menguat 0,11 persen setelah sebelumnya turun hingga 0,51 persen.

Minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaingnya karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Stok minyak sawit Malaysia diperkirakan turun untuk bulan kedua berturut-turut pada Februari ke level terendah dalam empat bulan, karena penurunan produksi musiman lebih besar dibanding perlambatan ekspor, menurut survei Reuters.

Impor minyak sawit India naik 10,1 persen pada Februari ke level tertinggi dalam enam bulan, seiring diskon yang makin lebar dibanding minyak nabati pesaing mendorong kilang meningkatkan pembelian dan memangkas impor minyak bunga matahari, menurut lima pelaku pasar.

Harga minyak mentah naik 1 persen pada Rabu karena perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran mengganggu pasokan Timur Tengah.

Namun, laju kenaikan melambat dibanding sesi sebelumnya setelah Presiden Donald Trump membuka kemungkinan Angkatan Laut AS mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel. (Aldo Fernando)

Topik Menarik