Ini Kontribusi Pekerja Perempuan di Industri Sawit RI

Ini Kontribusi Pekerja Perempuan di Industri Sawit RI

Ekonomi | okezone | Selasa, 3 Maret 2026 - 17:00
share

JAKARTA - Kontribusi penting pekerja perempuan dalam industri sawit di Tanah Air. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) akan terus mendorong penguatan kapasitas pekerja perempuan, perusahaan, pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil untuk mewujudkan lingkungan kerja yang manusiawi, adil dan berkelanjutan.

Ketua Gapki Cabang Sulawesi Dony Yoga Perdana menyampaikan bahwa pekerja perempuan memiliki kontribusi penting dalam rantai produksi sawit di Sulawesi. 

“Ada kurang lebih 10,68 komposisi karyawan perempuan dari total karyawan tetap yang bekerja di industri perkebunan di wilayah Sulawesi,” katanya dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Gapki menggelar kegiatan Sawit Indonesia Ramah Pekerja Perempuan: Pertemuan Pemangku Kepentingan dan Lokakarya Perlindungan Pekerja Perempuan Perkebunan Sawit di Sulawesi pada 11–12 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi langkah nyata Gapki untuk memperkuat perlindungan pekerja perempuan di sektor sawit melalui kolaborasi lintas pihak dan penguatan praktik kerja yang adil serta bermartabat.

Acara diselenggarakan Gapki dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) serta mitra terkait. Dukungan tersebut merupakan bagian dari penguatan sawit berkelanjutan, termasuk integrasi prinsip kesetaraan gender dalam program pendanaan sawit berkelanjutan.

Gapki Dorong Pekerja Perempuan di Industri Sawit
 

Dalam sambutan Gubernur Sulawesi Tengah yang dibacakan Plh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Firdaus Abdul Karim menegaskan bahwa perlindungan pekerja perempuan harus menjadi komitmen bersama. 

“Pemenuhan hak-hak pekerja perempuan serta penciptaan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan bermartabat harus menjadi komitmen bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya. 

Dia juga berharap kegiatan ini melahirkan langkah konkret agar pekerja perempuan merasakan manfaat nyata berupa perlindungan, kesejahteraan, dan penghargaan di tempat kerja.

Kegiatan ini juga menyosialisasikan Panduan Praktis Perlindungan Pekerja Perempuan di Perkebunan Sawit sebagai acuan penerapan perlindungan hak pekerja perempuan sesuai regulasi nasional dan standar internasional. 

Isu strategis yang dibahas mencakup perlindungan maternitas, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), status kerja dan pengupahan, jaminan sosial, pencegahan diskriminasi dan kekerasan berbasis gender, serta penguatan partisipasi perempuan dalam tata kelola dan proses audit.
 

Topik Menarik