AS dan Israel Serang Iran, Mentan Sebut Prabowo Tanya Stok Pangan di Indonesia

AS dan Israel Serang Iran, Mentan Sebut Prabowo Tanya Stok Pangan di Indonesia

Ekonomi | okezone | Selasa, 3 Maret 2026 - 14:55
share

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan pesan Presiden Prabowo Subianto yang mewanti-wanti ketersediaan pangan nasional di tengah eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Prabowo menginginkan cadangan pangan nasional cukup untuk mengantisipasi meluasnya gejolak konflik tersebut. 

"(Ketersediaan pangan), itu sempat ditanya Bapak Presiden (Prabowo) kemarin malam. Pangan kita lebih dari cukup. Pangan itu adalah beras yang menjadi inti dari pangan kita. Kalau yang lain, masih bisa kita cari substitusi. Kalau tidak ada daging, bisa telur," kata Amran saat ditemui di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026).

Stok Pangan

Amran menjelaskan, subtitusi pangan yang menjadi sumber protein dan karbohidrat melimpah di Indonesia. Semisal kalau tidak ada stok telur, masyarakat masih bisa mengonsumsi ikan. Pun, karbohidrat bisa bersumber dari ubi dan singkong. 

Amran tak menafikan soal persentase konsumsi pangan untuk komoditas beras yang tinggi, yakni 70 persen. Meski begitu, cadangan pangan diklaimnya masih dalam jumlah aman, menyusul surplus di beberapa komoditas, terutama beras.

"Swasembada beras itu sudah dominan di sektor pangan kita. Apalagi ada telur dan ayam (yang juga swasembada). Swasembada beras Insya Allah, 3,7 juta ton dan ini tidak pernah terjadi selama republik ini berdiri. Doakan itu (stok beras) di April 5 juta ton dan tanpa impor," ujar Amran.

 

Mentan Soroti Jalur Perdagangan 

Kendati begitu, Amran menyoroti jalur perdagangan internasional yang terancam setelah Iran memblokade Selat Hormuz. Dari blokade itu, bakal berpotensi besar terjadi inflasi pada sejumlah komoditas pangan. Sehingga perlu mitigasi risiko dalam kesiapan pangan nasional.

"Kami harus pastikan dengan kondisi geopolitik yang tidak menentu. Ini hampir pasti harga bahan-bahan bisa naik. (Tapi) kita cukup protein, Indonesia aman," katanya.

Topik Menarik