Danantara Siap Suntik Modal ke Manajer Investasi Global, Ini Tujuannya
Danantara akan mengucurkan sebagian dana investasinya melalui manajer investasi global sebagai bagian dari strategi pengelolaan aset jangka panjang. Skema ini ditempuh untuk membangun portofolio berstandar dunia sekaligus memperluas jejaring investasi internasional.
"Melalui penyaluran modal yang terarah, kami menargetkan pembangunan portofolio berkelas dunia sekaligus membuka peluang co-investment, transfer pengetahuan, serta penguatan kapasitas institusional," ujar Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, dalam keterangan resmi, Sabtu (21/2/2026).
Baca Juga:Antam dan PTBA Sandang Status Persero, Danantara Pastikan Tetap di Bawah MIND ID
Pandu menegaskan kemitraan dengan manajer dana global menjadi pilar utama strategi investasi jangka panjang lembaganya. Melalui pola tersebut, Danantara tidak hanya menempatkan modal, tetapi juga membuka peluang investasi bersama serta memperkuat kapasitas kelembagaan.
Fokus investasi mencakup sektor berdampak tinggi seperti energi, infrastruktur, real estat, asuransi, private equity, media dan hiburan, serta infrastruktur digital. Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang sekaligus nilai strategis bagi transformasi ekonomi Indonesia.Penempatan dana dilakukan melalui partisipasi bersama pengelola dana global dan berbagai platform investasi, baik pada kendaraan investasi maupun perusahaan portofolio di sektor terkait. Strategi ini diarahkan untuk membentuk portofolio institusional yang terdiversifikasi dan berkelanjutan.
Baca Juga:Izin Tambang Freeport Diperpanjang hingga 2061, Porsi Saham RI Naik Jadi 63
Menurut Pandu, tujuan utama langkah tersebut adalah menghasilkan imbal hasil jangka panjang yang berkelanjutan sekaligus memastikan Indonesia memperoleh manfaat dari integrasi lebih dalam ke ekosistem investasi global. Kemitraan dengan platform mapan juga memberi akses terhadap teknologi, keahlian sektoral, dan jaringan internasional.
Inilah Dirut Agrinas yang Memutuskan Impor 105.000 Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyelenggarakan Presidential Forum on Strategic Capital & Partnership di Washington, D.C., yang mempertemukan pimpinan senior sejumlah lembaga investasi asal Amerika Serikat. Forum itu dihadiri perwakilan eksekutif dari sekitar 12 institusi global dengan total kelolaan aset lebih dari 16 triliun dolar AS di berbagai kelas aset.
Sejumlah institusi yang hadir antara lain Global Infrastructure Partners (GIP), KKR, General Atlantic, Warburg Pincus, Oaktree Capital Management, serta Eldridge Industries. Forum tersebut menjadi tonggak pelaksanaan strategi ekspansi investasi global Danantara dalam pengembangan portofolio jangka panjang berbasis tata kelola institusional.










