BRICS Membangun Kekuatan Bersama di Sektor Maritim Strategis
Beberapa anggota BRICS yakni Rusia, China dan Iran telah mengerahkan kapal angkatan laut dalam latihan bersama di Selat Hormuz. Disebutkan Rusia sedang berupaya membangun tata dunia multipolar di lautan sebagai respons terhadap apa yang disebut sebagai hegemoni Barat.
"Kami akan memanfaatkan potensi BRICS, yang kini seharusnya diberikan dimensi maritim strategis yang sesungguhnya," ujar penasihat presiden Rusia, Nikolay Patrushev dalam sebuah wawancara dengan Argumenty i Fakty.
Baca Juga: Gebrakan Baru BRICS: Integrasikan Mata Uang Digital, Bye-bye Dolar AS?Patrushev menambahkan, bahwa latihan angkatan laut BRICS pertama, yang dinamai "Will for Peace 2026," diadakan pada bulan Januari lalu di Samudra Atlantik Selatan dan melibatkan Rusia, China, Iran, Uni Emirat Arab, dan Afrika Selatan.
Menurutnya, angkatan laut BRICS yang berpartisipasi dalam latihan bersama itu, bertujuan untuk mengoordinasikan upaya dalam melindungi jalur perdagangan, yang katanya menjadi semakin rentan."Latihan Sabuk Keamanan Maritim 2026 di Selat Hormuz, di mana Rusia, China, dan Iran mengirim kapal mereka, terbukti relevan," tambahnya.
Baca Juga: Berawal dari Blok Ekonomi, Mungkinkah BRICS Bergeser Jadi Aliansi Militer?Latihan bersama bertajuk Keamanan Jalur Maritim dijadwalkan akan diselenggarakan oleh Iran pada pertengahan Februari di Selat Hormuz, yang terletak di antara Teluk Persia dan Teluk Oman. Seperti diketahui lokasi ini menjadi salah satu titik tersumbat paling penting secara strategis di dunia.
Latihan gabungan angkatan lautini pertama kali diluncurkan pada 2019 atas inisiatif angkatan laut Iran dan telah diselenggarakan tujuh kali sejak saat itu.










