Besaran THR ASN 2026, Ini Jadwal Pencairannya

Besaran THR ASN 2026, Ini Jadwal Pencairannya

Ekonomi | okezone | Rabu, 18 Februari 2026 - 06:56
share

JAKARTA - Besaran tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI serta anggota Polri tahun 2026. Pemerintah memastikan THR ASN 2026 cair dan nilainya lebih besar jika dibandingkan THR ASN tahun 2025.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah menyiapkan anggaran THR ASN 2026 sebesar Rp55 triliun. Alokasi THR ASN 2026 mengalami kenaikan signifikan sebesar 10,22 persen dibandingkan anggaran THR ASN 2025 yang sebesar Rp49 triliun.

Jadwal Pencairan THR ASN

Pencairan THR ASN 2026 ditargetkan dapat disalurkan pada awal Ramadhan.

“Ada pasti nanti (pencairan THR ASN). Tapi, saya tidak tau tanggal pastinya, yang jelas di awal-awal puasa kita harapkan udah bisa kita salurkan,”  ujar Purbaya belum lama ini di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat.

Pemberian THR ASN Dorong Konsumsi

Purbaya menjelaskan, besaran THR yang akan diberikan kepada ASN akan mengikuti ketentuan yang berlaku. Tapi dirinya belum spesifik menyebut besaran THR yang akan diterima ASN pada Lebaran tahun 2026.

Purbaya menjelaskan tujuan pemberian THR di awal puasa ini diharapkan mampu mendorong konsumsi masyarakat di kuartal I 2026. Selain itu pemberian THR di awal lebaran juga diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk melaksanakan mudik lebih awal dan bisa memecah konsentrasi kepadatan arus mudik.

 

Total Belanja Negara

Adapun proyeksi belanja pemerintah pada kuartal I-2026 mencapai Rp809 triliun, di mana anggaran untuk THR bagi ASN, TNI, dan Polri termasuk. Tingginya serapan belanja di awal tahun diharapkan mampu menjadi mesin penggerak ekonomi domestik.

Secara rinci, pemerintah juga mengalokasikan percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp62 triliun, anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera Rp6 triliun, serta paket stimulus Rp13 triliun.

Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya menegaskan bahwa belanja pemerintah pada kuartal I-2026, dijalankan secara tepat waktu guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan. Dalam hal ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat pada 2025 diperkirakan terus berlanjut hingga 2026.

“Prediksi kita di triwulan pertama, ekonomi kita bisa tumbuh antara 5,5 persen sampai 6 persen,” kata dia.

Menurutnya, target pertumbuhan ini merupakan angka yang luar biasa. Apabila hal ini tercapai, ujar Purbaya, Indonesia berhasil keluar dari jebakan pertumbuhan 5 persen.

Pemerintah juga terus mendorong konsumsi rumah tangga yang diyakini semakin menguat pada triwulan I 2026, terutama didukung momentum libur dan cuti bersama Imlek serta Idul Fitri serta kebijakan Work From Anywhere (WFA).

Sementara pada sisi penawaran dan investasi, akselerasi dilakukan melalui pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebanyak 30 ribu unit senilai Rp90 triliun dan pembangunan 190 ribu unit rumah komersial, rumah subsidi, maupun bantuan renovasi (BSPS/Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) dengan total anggaran Rp20 triliun.

Selain itu, terdapat groundbreaking proyek hilirisasi Danantara senilai 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp110 triliun. Dengan demikian, total dorongan investasi langsung yang teridentifikasi mencapai sekitar Rp220 triliun.

Topik Menarik