Wall Street Dibuka Naik Tipis, Investor Cermati Data Penjualan Ritel AS
IDXChannel - Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Selasa (10/2/2026), melanjutkan tren positifi sebelumnya saat reli tajam seiring rebound saham teknologi. Pelaku pasar kini mencermati data penjualan ritel AS yang menjadi pembuka rangkaian rilis data ekonomi penting pekan ini.
Pada awal perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 57,6 poin atau 0,11 persen ke level 50.193,49. Indeks S&P 500 menguat 9,7 poin atau 0,14 persen ke 6.974,49, sementara Nasdaq Composite naik 32,6 poin atau 0,14 persen ke posisi 23.271,22.
Pergerakan saham AS cenderung tertahan setelah laporan menunjukkan penjualan ritel AS pada akhir tahun lalu lebih lemah dari perkiraan ekonom. Di saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS melemah merespons data tersebut.
Saham Coca-Cola sebelumnya turun cukup tajam setelah perseroan melaporkan pendapatan di bawah ekspektasi pasar dan menyampaikan proyeksi kinerja yang mengecewakan investor.
Tekanan pada saham Coca-Cola cukup signifikan dengan penurunan hampir 4 persen, meski laba perusahaan melampaui perkiraan analis. Pendapatan Coca-Cola tercatat naik 2 persen secara tahunan, ditopang kenaikan harga sebesar 4 persen di Amerika Utara.
Sementara itu, saham Spotify melonjak 9,7 persen setelah platform streaming musik dan podcast tersebut melaporkan pertumbuhan pengguna aktif bulanan dan pelanggan berbayar yang masing-masing mencapai dua digit pada kuartal keempat.
Selain penjualan ritel, investor juga tengah menanti laporan ketenagakerjaan Januari 2026 yang akan diumumkan Rabu dan data inflasi konsumen pada Jumat.
Data tersebut dinilai krusial dalam menentukan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS. Federal Reserve saat ini masih menahan pemangkasan suku bunga, namun pelemahan pasar tenaga kerja berpotensi mendorong pelonggaran kebijakan lebih cepat, sementara inflasi yang terlalu tinggi bisa memperpanjang sikap pengetatan.
(Rahmat Fiansyah)








