Nilai Investasi Sektor Otomotif Rp194,22 Triliun, Menperin: Serap Hampir 100.000 Tenaga Kerja
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, bahwa sektor otomotif memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Hingga saat ini industri otomotif tercatat telah menyerap hampir 100 ribu tenaga kerja langsung dengan total nilai investasi mencapai Rp194,22 triliun.
Pernyataan tersebut disampaikan Agus saat memberikan sambutan dalam opening ceremony Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Kamis (5/2/2026). Baca Juga: Buka IIMS 2026, Menperin Pamer Kinerja Sektor Manufaktur Nasional"Sektor otomotif ini sangat penting karena juga menyerap hampir 100 ribu tenaga kerja langsung, belum lagi yang tidak langsung, dengan nilai investasi sampai hari ini Rp194,22 triliun," ungkap Menperin Agus.
Menurutnya, besarnya investasi di sektor otomotif memberikan multiplier effect yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Hal ini lantaran sektor otomotif merupakan sektor yang terbesar dan sangat kut.
“Investasi ini pasti akan melahirkan multiplier effect yang besar bagi perekonomian, karena sektor otomotif merupakan sektor yang terbesar dengan forward linkage dan backward linkage yang sangat kuat,” jelasnya.Baca Juga: Insentif Dicabut, Pasar Kendaraan Listrik Terancam Mati SuriLebih lanjut, Agus mengungkapkan, bahwa kinerja positif industri manufaktur nasional selama ini juga tidak terlepas dari kontribusi besar sektor otomotif. Khususnya industri kendaraan bermotor roda empat serta roda dua dan tiga.
Ia memaparkan, saat ini Indonesia memiliki 41 pabrikan kendaraan bermotor roda empat dengan kapasitas produksi hampir 2,6 juta unit per tahun. Sementara itu untuk kendaraan bermotor roda dua dan tiga, terdapat 82 pabrikan dengan kapasitas produksi mencapai 11,2 juta unit per tahun.
"Kinerja manufaktur ini tidak terlepas dan bahkan penggerak utamanya adalah software otomotif yang meliputi industri kendaraan bermotor," tegas Agus.










