1.000 Pelajar SLTA se-Indonesia Angkat Peran Ibu sebagai Pahlawan Keluarga lewat MVP PNM
JAKARTA – Di tengah riuh kreativitas anak-anak SMA yang hari ini tak lepas dari kamera ponsel dan konten visual di media sosial, PNM menghadirkan panggung yang membuat karya mereka punya arah dan arti yang lebih mendalam. Bukan sekadar lomba untuk jadi viral, melainkan ajakan untuk menyusun cerita tentang sosok paling dekat dalam hidup yakni ibu.
Lembaga keuangan plat merah yang berfokus untuk memberdayakan perempuan prasejahtera yakni PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menyelenggarakan Madani Visual Parade (MVP), lomba kreativitas video berskala nasional untuk jenjang SLTA dalam rangka memvisualisasikan tema “Ibuku Pahlawanku” sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh ibu di Indonesia.
Memasuki penyelenggaraan kedua, MVP kini diperluas, yang sebelumnya terbatas untuk pelajar SMK dengan hadiah puluhan juta, tahun ini terbuka untuk seluruh jenjang SLTA dengan total hadiah ratusan juta rupiah. Antusiasme peserta pun tinggi, tercatat 1.000 siswa-siswi dari 86 sekolah di seluruh Indonesia ikut ambil bagian.
Salah satu peserta MVP mengaku kompetisi ini membuatnya melihat konten dari sisi yang berbeda. “Biasanya kami bikin video supaya viral atau estetik. Tapi lewat MVP, kami belajar bikin konten yang punya makna, kayak refleksi tentang kota kami, tentang ibu kami, tentang hal-hal yang selama ini kami anggap biasa,” ucapnya.
Pesan ini juga menguat dalam rangkaian kegiatan untuk 10 finalis SLTA terbaik yang berhak mengikuti winner tour selama 3 hari 2 malam di Jakarta, mulai dari tur keliling kota, hingga mengikuti Sashiko Workshop.
Tak hanya itu, para finalis juga mengikuti talkshow bertema “Refleksi Kota & Asa Madani” bersama Iqbal Raisid (Iqbalbalqi), produser Vindes, dan Aco Tenriyagelli (acotenri), sutradara film “Suka Duka Tawa untuk Tujuan”, yang mendorong peserta membangun perspektif baru dalam berkarya.
Sekretaris Perusahaan PNM Lalu Dodot Patria menegaskan bahwa MVP bukan sekadar kompetisi, tetapi cara PNM merangkul generasi muda untuk memaknai peran ibu melalui narasi visual yang lebih berdampak.
“Kami melihat kreativitas anak-anak SLTA hari ini bukan hanya soal teknis pembuatan video, tetapi bagaimana mereka menggunakan konten sebagai cara membaca kondisi, menangkap realitas, dan menyampaikan pesan dengan empati. MVP kami hadirkan sebagai ruang belajar, ruang berekspresi, sekaligus ruang menumbuhkan perspektif,” ujarnya.
PNM memosisikan konten sebagai alat refleksi, sebuah cara untuk menafsirkan kota, kehidupan, dan harapan yang sejalan dengan semangat Asa Madani, yang menggambarkan PNM sebagai institusi yang terus memberi harapan bagi nasabah dan masyarakat Indonesia melalui sentuhan yang “madani”.
PNM memberi sentuhan madani itu, karena kami percaya dari karya-karya ini akan lahir generasi muda yang lebih peka dan berdaya,” tuturnya. Seluruh rangkaian winner tour disiapkan secara penuh oleh PNM, termasuk akomodasi tiket pesawat dan hotel sejak kedatangan hingga kepulangan tanpa biaya.
Langkah ini, menurut PNM, juga menjadi upaya mengenalkan program pemberdayaan lebih dini kepada para siswa yang kelak dapat menjadi bagian dari garda terdepan pemberdaya di lapangan, peran Account Officer (AO).
#PNMuntukUMKM
#PNMPemberdayaanUMKM










