Presiden Direktur SLJ Global (SULI) Suntik Dana ke Perusahaan Rp26 Miliar
IDXChannel - PT SLJ Global Tbk memperoleh suntikan dana berupa pinjaman pemegang saham (shareholder loan) senilai SGD2 juta atau setara dengan Rp26 miliar. Dana tersebut dipinjami oleh Presiden Direktur perseroan, Amin Sunarko.
Perusahaan kehutanan dan perkayuan dengan kode emiten SULI itu tengah merestrukturisasi utang dan memperkuat struktur permodalan. Selain memperoleh shareholder loan, perseroan juga mengajukan rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan porsi hingga 10 persen dari modal disetor dan ditempatkan perseroan.
Amin Sunarko selain menjabat sebagai Presiden Direktur SULI juga merupakan Direktur Naturverse, pemegang saham mayoritas SULI. Naturverse saat ini memiliki 1,3 miliar saham atau setara dengan 20,57 persen saham SULI.
Manajemen SULI mengatakan, pinjaman dari Amin Sunarko dilatarbelakangi kondisi likuiditas perusahaan yang terus menurun. Padahal, perseroan membutuhkan biaya untuk memenuhi kebutuhan operasional, termasuk membeli lahan dan bahan pendukung.
"Perseroan akan menggunakan dana pinjaman tersebut untuk menunjang kelangsungan usaha perseroan," katanya dalam keterbukaan informasi, Minggu (4/1/2026).
"Pinjaman yang diberikan tanpa bunga sehingga lebih rendah dibandingkan tingkat bunga pinjaman modal yang diberikan oleh perbankan," ujar manajemen SULI.
Pinjaman ini dinilai menjadi instrumen finansial yang sangat menguntungkan. Selain dikenakan bunga, perseroan memiliki fleksibilitas pelunasan hingga 31 Maret 2026, sehingga memberikan ruang nafas bagi arus kas perseroan untuk digunakan pada pos-pos yang produktif.
Pinjaman ini secara khusus akan digunakan untuk membayar liabilitas jangka pendek yang hingga 30 September 2025 mencapai USD23,4 juta. Dengan demikian, pinjaman ini diharapkan mengurangi beban keuangan SULI di masa yang akan datang.
Perseroan menargetkan perbaikan kinerja setelah adanya pinjaman ini dengan mendongkrak produksi dan penjualan secara lebih agresif. Dengan begitu diharapkan dapat membalikkan tren negatif keuangan yang dialami perseroan.
Hingga 30 September 2025, SULI membukukan rugi bersih sebesar Rp19 miliar. Kerugian tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama 2024 sebesar Rp107 miliar.
(Rahmat Fiansyah)










