Saham Maritim dan Konsumer Melonjak di Awal 2026
IDXChannel - Aktivitas pasar di hari pertama bursa dibuka setelah libur panjang Tahun Baru, Jumat (2/1/2025l) masih didominasi aksi penyesuaian portofolio serta spekulasi jangka pendek investor.
Kondisi ini turut mewarnai pergerakan tajam sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers dan top losers.
Mengawali perdagangan pada 2026, sektor transportasi memimpin penguatan yang cukup signifikan yaitu 6,56 persen hingga penutupan perdagangan. Diikuti oleh sektor konsumer dan energi yang masing-masing menguat 3,47 persen dan 3,33 persen.
Saham PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) memimpin daftar saham paling menguat dengan lonjakan 33,77 persen ke level 206 per saham. Penguatan saham sektor pelayaran ini ditopang sentimen optimisme terhadap prospek bisnis maritim dan logistik nasional, seiring ekspektasi peningkatan aktivitas distribusi dan proyek infrastruktur di awal tahun.
Di posisi berikutnya, saham PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) menguat 25,00 persen ke harga 850. Kenaikan saham emiten konsumer tersebut didorong sentimen defensif sektor barang konsumsi, yang dinilai relatif tahan terhadap tekanan ekonomi dan tetap diminati investor pada fase awal tahun.
Sementara itu, saham PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) turut melonjak 25,00 persen ke level 310, sejalan dengan minat investor pada saham-saham pelayaran berkapitalisasi kecil yang kerap menjadi sasaran akumulasi di awal periode perdagangan. Produk investasi XPTD Panin Asset Management juga mencatatkan kenaikan maksimal 25,00 persen ke posisi 620.
Penguatan signifikan juga dialami saham PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) yang naik 24,81 persen ke level 322, didorong sentimen prospek pengangkutan energi dan komoditas yang dinilai masih solid pada 2026.
Tertekan Aksi Ambil Untung
Di sisi lain, tekanan jual membayangi sejumlah saham yang masuk jajaran top losers. Saham XSSI Sinarmas Asset Management memimpin pelemahan setelah terkoreksi 15,00 persen ke level 85.
Pelemahan juga dialami saham PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) yang turun 12,57 persen ke harga 2.920. Tekanan pada saham sektor pariwisata ini dipicu kekhawatiran investor terhadap pemulihan kinerja pascalibur akhir tahun serta sikap wait and see terhadap prospek sektor properti dan hospitality.
Selanjutnya, saham PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) melemah 10,00 persen ke posisi 2.250, dipengaruhi sentimen tekanan biaya produksi dan tantangan permintaan di sektor tekstil. Saham PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) juga terkoreksi 9,92 persen ke level 218, di tengah aksi jual lanjutan saham berlikuiditas terbatas.
Adapun saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) turun 9,76 persen ke harga 74, seiring kekhawatiran investor terhadap kinerja keuangan dan proses restrukturisasi yang masih menjadi perhatian pasar.
(Febrina Ratna Iskana)









