Ancam Pembeli Minyak Rusia dengan Tarif Bakal Menyakiti Ekonomi Amerika

Ancam Pembeli Minyak Rusia dengan Tarif Bakal Menyakiti Ekonomi Amerika

Ekonomi | sindonews | Kamis, 7 Agustus 2025 - 08:21
share

Ancaman tarif tinggi Presiden AS Donald Trump kepada pembeli minyak Rusia, menurut ekonom bakal merugikan ekonomi Amerika sendiri. Pekan ini menandai tenggat waktu rencana Trump untuk memaksa Rusia mencapai kesepakatan damai dengan Rusia.

Salah satu cara yang digunakan Trump yakni dengan ancaman menjatuhkan tarif impor baru terhadap negara-negara yang masih membeli minyak dari Moskow. Utusan luar negeri Trump, Steve Witkoff dijadwalkan bakal mengunjungi Rusia sebelum deadline akhir minggu ini, menurut seorang pejabat Gedung Putih.

Tetapi jika perdamaian di Ukraina masih terlihat jauh, maka rencana Trump menghukum pembeli minyak Rusia dengan tarif bisa memukul ekonomi Amerika sendiri. Analis menerangkan, efeknya bisa melalui barang konsumsi yang lebih mahal, margin keuntungan yang lebih rendah untuk perusahaan Amerika, dan mungkin harga minyak yang lebih tinggi.

Baca Juga: Halangi China Beli Minyak Rusia, AS Ancam Jatuhkan Tarif 100 Persen

"Hukuman bagi negara-negara yang terus mengambil volume besar energi Rusia... juga akan merugikan ekonomi Amerika dengan cara yang material," kata Clayton Seigle, rekan senior dalam energi dan geopolitik di Center for Strategic and International Studies, sebuah lembaga pemikir bipartisan AS seperti dilansir CNN.Tarif yang diusulkan "akan menyebabkan lebih banyak inflasi" di AS, serta membebani bisnis Amerika dengan biaya impor yang lebih tinggi, katanya.

Trump mengatakan, bulan lalu bahwa dia akan menerapkan tarif 100 kepada pembeli minyak Rusia jika rekannya dari Rusia, Vladimir Putin tidak mencapai kata damai dengan Ukraina dalam periode 50 hari – tenggat waktu yang sejak itu dipercepat oleh presiden AS menjadi minggu ini. Tarif ini akan berlaku terutama untuk impor dari India dan China, yang tidak hanya merupakan pembeli utama minyak Rusia, tetapi juga dua mitra dagang terbesar Amerika.

Tahun lalu, total impor barang AS senilai USD526 miliar dari kedua negara tersebut, menurut data resmi AS. Kedua negara Asia tersebut meningkatkan pembelian minyak mentah Rusia setelah invasi besar-besaran Moskow ke Ukraina pada tahun 2022, yang menyebabkan harganya jatuh setelah negara-negara Barat memangkas secara tajam impor bahan bakar Rusia.

Saat ini, Rusia menyumbang 13,5 dari impor minyak mentah China, menurut Vortexa, sebuah perusahaan data energi, dibandingkan dengan 7,7 sebelum perang. Sementara itu, India mengimpor lebih banyak minyak mentah dari Rusia dibandingkan dengan dari tempat lain: minyak Rusia menyumbang 36 dari pasar India.

Baca Juga: Rusia Berlakukan Larangan Penuh Ekspor BBM, Ini SebabnyaHal ini tampaknya menjadikan India sebagai sasaran kemarahan Trump. Dimana dia bersumpah dengan "sangat substansial" bakal menaikkan tarif terhadap negara itu "dalam waktu 24 jam ke depan" karena ketertarikan India terhadap minyak Rusia.

"Sedangkan tarif tambahan pada barang-barang China yang saat ini sudah mencapai 30, kemungkinan besar akan meningkatkan harga produk konsumen di AS, seperti iPhone," kata Giovanni Staunovo, analis komoditas di UBS Wealth Management, yang mencatat bahwa "konsumen AS akan merasa terganggu dengan hal itu.

Topik Menarik