Kontribusi Toko SRC Secara Nasional Bagi Perekonomian Indonesia Diperkirakan Mencapai Rp236 Triliun

Kontribusi Toko SRC Secara Nasional Bagi Perekonomian Indonesia Diperkirakan Mencapai Rp236 Triliun

Ekonomi | tangsel.inews.id | Selasa, 28 Mei 2024 - 01:20
share

JAKARTA, iNewsTangsel.id -Sampoerna Retail Community (SRC), jaringan toko kelontong di Indonesia, telah berperan aktif dalam mendukung keberlanjutan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia selama 16 tahun terakhir.

Melalui pendampingan dan pembinaan toko kelontong yang konsisten dan berkelanjutan, ekosistem SRC merasakan dampak yang luas dan kuat. Dampak positif ini terlihat dalam peningkatan kemampuan usaha, relasi, dan kepercayaan diri lebih dari 250.000 toko kelontong di Indonesia, yang telah membuat UMKM Indonesia #JadiLebihBaik dan naik kelas.

Pada acara media talkshow memperingati Hari Ulang Tahun Ke-16 SRC, Direktur PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) Romulus Sutanto menyatakan bahwa SRC sedang memasuki momen penting untuk melanjutkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan UMKM Indonesia agar lebih berdampak. Pada bulan Mei tahun ini, SRC merayakan ulang tahunnya yang ke-16.

“Hari Ulang Tahun Ke-16 SRC ini menjadi momen penting untuk melanjutkan komitmen SRC dalam mendorong keberlanjutan UMKM Indonesia agar makin berdampak #JadiLebihBaik untuk Indonesia,” katanya.

Romulus juga merefleksikan perjalanan 16 tahun ini dan menegaskan bahwa pendampingan dan pembinaan oleh SRC telah memberikan pengaruh positif yang signifikan.

 

“Kami melihat bagaimana ekosistem SRC bertransformasi dan memberikan dampak, melalui pemberdayaan dan pengembangan sumber daya manusia yang kuat dan solid. Toko kelontong yang tergabung dalam SRC memiliki nilai tambah, yaitu lebih fleksibel dan dapat dengan cepat beradaptasi terhadap perubahan. Mereka dapat memanfaatkan skala ekonomi dan dukungan kolektif untuk menghadapi tantangan dan peluang yang ada,” tambah Romulus.

Dampak yang diciptakan oleh SRC terhadap ekosistemnya antara lain:

1. Aspek Kemampuan Usaha

Terjadi peningkatan kemampuan usaha setelah pembinaan berkelanjutan tentang pengelolaan toko dan manajemen keuangan. Identitas toko yang rapi, bersih, dan terang mencerminkan tempat belanja kebutuhan harian yang nyaman bagi pelanggan.

2. Aspek Relasional

Anggota SRC menjadi lebih tanggap, tangguh, dan mampu berbagi motivasi, pengetahuan, serta pengalaman kepada sesama pemilik toko kelontong. Anggota SRC bergabung dalam Paguyuban untuk saling berbagi informasi, saling mendukung, dan mendorong kemajuan bisnis, serta aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial atas inisiatif paguyuban.

3. Aspek Kepercayaan Diri

Sebanyak 92 anggota SRC merasakan peningkatan kepercayaan diri dan mampu membuat perubahan, baik dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, meningkatkan kesejahteraan keluarga, hingga memberikan manfaat bagi komunitas di sekitarnya.

Menurut Romulus, dampak pembinaan SRCIS terhadap toko kelontong telah menyentuh bagian yang paling penting, yaitu individu pemilik toko SRC dan keluarganya. “Kami yakin dan bersyukur bahwa komitmen pembinaan dan pendampingan SRC selama 16 tahun kepada UMKM Toko Kelontong telah memberikan dampak positif yang nyata, baik bagi anggota SRC dan keluarganya, UMKM secara umum, masyarakat, maupun perekonomian Indonesia,” ujarnya.

 

“Ekosistem SRC di Indonesia secara konsisten didorong untuk membangun kebiasaan baik dan memiliki semangat tinggi untuk maju, yang dapat dimulai dari satu langkah kecil setiap harinya. Untuk itu, SRCIS menginisiasi Gerakan 1 Hari 1 Upaya 1 Capaian dengan tujuan memperkuat nilai dan karakter pemilik toko SRC secara individu, serta mengembangkan kekuatan jaringan toko kelontong SRC sebagai komunitas UMKM yang meningkat omzetnya, berkembang tokonya, dan berdampak besar membawa Indonesia #JadiLebihBaik,” tambah Romulus.

Pembinaan SRCIS terhadap toko SRC telah mendorong peningkatan daya saing, yang ditandai dengan peningkatan omzet sebesar 42 setelah bergabung dengan SRC. Selain itu, inovasi dan kreativitas juga berkembang, di mana toko SRC berhasil mengembangkan usahanya setelah menjadi anggota SRC. Sebanyak 77 toko SRC berhasil memperluas jenis usahanya, mulai dari penjualan produk digital, jasa pembayaran, agen, hingga aplikasi. Toko kelontong yang bergabung dengan SRC juga didampingi dalam proses adaptasi digital melalui ekosistem digital AYO by SRC.

Riset Kompas Gramedia (KG Media) 2023 menunjukkan kontribusi SRC bagi perekonomian nasional, di mana total omzet seluruh toko SRC secara nasional diperkirakan mencapai Rp236 triliun pada tahun 2022, atau setara dengan 11,36 dari produk domestik bruto (PDB) retail nasional (perdagangan besar dan eceran, bukan mobil dan sepeda motor) senilai Rp2.077,43 triliun.

Dalam kesempatan yang sama, Ekonom Senior sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi menyatakan bahwa pendampingan dan pembinaan UMKM sangat penting karena kontribusi dan peran vital UMKM sebagai pilar utama dalam perekonomian Indonesia. Ia mengemukakan bahwa 61 persen produk domestik bruto (PDB) ekonomi Indonesia disokong oleh aktivitas para pelaku UMKM. Oleh karena itu, Fithra mengapresiasi SRCIS yang secara konsisten telah membina dan mendampingi UMKM.

 

“SRC sudah ada selama 16 tahun, artinya sudah berjalan secara berkesinambungan. Apa yang dilakukan SRC harus menjadi contoh bagi yang lain dalam pengembangan UMKM, dan bahkan pemerintah dapat menerapkan ekosistem berbasis komunitas ini,” katanya.

Fithra juga mengapresiasi peran aktif SRC dalam memajukan UMKM, masyarakat sekitar, dan perekonomian. Menurutnya, SRC bisa menjadi contoh program pemberdayaan UMKM yang berdampak positif. “Jika satu komunitas saja sudah bisa menyumbang begitu besar, maka jika pemerintah bisa mengembangkan komunitas lain, pasti akan sangat bermanfaat. Tidak ada salahnya menjadikan SRC sebagai salah satu contoh untuk pengembangan komunitas UMKM lainnya,” ujarnya.

Selain itu, Fithra menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor dalam pemberdayaan UMKM sangat penting untuk menciptakan UMKM yang bernilai dan maju. “Bayangkan jika satu UMKM dengan UMKM lainnya terkonsolidasi dengan baik. Hal ini bisa benar-benar meningkatkan nilai dan mencapai pasar yang lebih besar. Terkonsolidasi berarti berada dalam satu komunitas yang bisa saling membantu dan berkomunikasi. Apalagi di era digital, kolaborasi menjadi lebih penting dibandingkan kompetisi,” katanya.

Pemilik Toko SRC, Partiningsih, yang akrab disapa Ningsih, mengatakan telah merasakan dampak positif dari bergabung dengan SRC selama hampir 16 tahun. Ningsih menyampaikan terima kasih atas pendampingan dan perubahan positif yang dibawa SRCIS bagi dirinya dan tokonya. “Pembinaan dari SRC dilakukan dengan pendekatan yang sangat humanis dan seperti sahabat, sehingga tumbuh keinginan belajar dan bertumbuh dalam diri saya untuk makin maju bersama SRC,” katanya.

Ningsih juga mengatakan bahwa selama bergabung dengan SRC, tokonya menjadi lebih laris dan menerima banyak manfaat dari pendampingan dan pembinaan yang konsisten. “Sudah banyak yang saya pelajari dan terapkan setelah bergabung dengan SRC. Kini, dengan pendampingan SRC, kami merasa seperti memiliki teman yang senantiasa mendukung dan memberikan kepastian arah usaha ke depan. Saya ingin terus melangkah bersama SRC di tahun-tahun berikutnya,” katanya.

Topik Menarik