Luhut Bicara soal Kepercayaan Investor untuk Kembangkan Infrastruktur Air RI

Luhut Bicara soal Kepercayaan Investor untuk Kembangkan Infrastruktur Air RI

Ekonomi | inews | Jum'at, 24 Mei 2024 - 05:15
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menilai Indonesia masih harus memperkuat kepercayaan investor. Hal ini guna membangun infrastruktur air yang lebih baik.

Menurutnya, kepercayaan investor akan semakin kuat apabila Indonesia berhasil membangun kemitraan yang kuat. Maka dari itu, diperlukan strategi jitu untuk mencapai target tersebut. 

“Kita memerlukan pembiayaan inovatif dan kemitraan kolaboratif untuk menciptakan kepercayaan investor dan mengembangkan infrastruktur air yang tangguh,” ujar Luhut melalui keterangan pers, Jumat (24/5/2024).

Salah satu strategi yang ditempuh pemerintah saat ini dengan meresmikan Sekretariat G20 Global Blended Finance Alliance (GBFA) for Global South Collaboration.

GBFA mendorong kesejahteraan bersama dan menjembatani kesenjangan antara pendanaan dan program perubahan iklim. Hal itu mencakup strategi pengurangan risiko untuk memperkuat keberlanjutan air. 

"Roadmap Global Blended Finance Alliance (GBFA) yang baru diluncurkan mencakup strategi pengurangan risiko untuk memperkuat keberlanjutan air," paparnya. 

GBFA juga digadang-gadang bisa memfasilitasi berbagai prinsip G20 tentang keuangan campuran dan pengembangan kebijakan.

Dia menilai, organisasi itu bakal berupaya mendorong kemitraan, mencari solusi kelembagaan, serta keuangan untuk menciptakan ekonomi yang berkelanjutan (sustainable finance).

Senada, Ahli dari Amsterdam University, Belanda, Joyeeta Gupta memandang pentingnya inovasi dalam pembiayaan untuk mengurangi risiko investasi dan menarik modal untuk proyek infrastruktur air yang berkelanjutan.

Melalui peluncuran GBFA, kata dia, yang bisa menjembatani kebutuhan pembangunan dan iklim, ada harapan untuk perumusan pembiayaan yang lebih baik, hingga mekanisme peningkatan kredit.

“Peningkatan pendapatan, dan keterlibatan sektor swasta, menjadikan masalah kompleks di sektor ketahanan air lebih mudah untuk diselesaikan," kata Gupta.

Adapun, pada sesi panel bertajuk ‘Blended Finance for Global Sustainable Water’ dalam gelaran World Water Forum ke-10 di Bali, sejumlah pemimpin organisasi internasional mengulas berbagai inovasi pembiayaan global untuk keamanan air. 

Studi kasus dan kemitraan Inovatif dalam sesi tersebut berfokus pada kemitraan inovatif ihwal pembiayaan campuran yang dinilai berhasil mengatasi tantangan pembiayaan dan proyek berkelanjutan.

Topik Menarik