Di Depan DPR, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Kuat di Tengah Guncangan

Di Depan DPR, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Kuat di Tengah Guncangan

Ekonomi | inews | Senin, 20 Mei 2024 - 13:55
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan, Sri Mulyani di hadapan DPR dalam Rapat Paripurna ke-17 masa persidangan V tahun sidang 2023-2024 menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia berjalan ke arah yang positif. Menurutnya, capaian ini merupakan suatu hal yang harus disyukuri.

"Pimpinan dan anggota dewan yang kami muliakan, kita patut bersyukur di tengah berbagai guncangan yang kita hadapi. Ketahanan ekonomi Indonesia terjaga," kata Sri Mulyani dalam agenda bertajuk ‘Penyampaian Pemerintah terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal’ pada, Senin (20/5/2024).

Lebih lanjut, kata Sri Mulyani, Indonesia selama 5 tahun sebelum Covid-19 telah menjadi salah satu dari sedikit negara G20 yang mampu tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan global. Pertumbuhannya disebut berjalan bersama dengan Tiongkok dan India.

"Pertumbuhan ekonomi nasional 2015-2019 mencapai 5 persen, jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia yang hanya sebesar 3,4 persen. Dan juga lebih tinggi dibandingkan ekonomi anggota G20 yang tumbuh 4,9 persen," ucapnya.

Selain itu, ia menyebut kebijakan fiskal yang responsif di masa pandemi berhasil menahan kontraksi ekonomi Indonesia hanya sebesar 2,1 persen. Ia menilai Ini jauh lebih baik dibandingkan negara tetangga yang fraksinya mencapai 9,5 persen di Filipina, 6,2 persen di Thailand dan 5,5 persen di Malaysia.

Sri Mulyani mengungkap, setahun kemudian ekonomi Indonesia juga kembali tumbuh positif. Pengembalian stabilitas ekonomi pada pascapandemi juga disampaikan merupakan yang tercepat dibandingkan negara ASEAN yang sampai beberapa tahun belum berhasil kembali ke level premium.

"Dalam 2 tahun terakhir, kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tetap kuat selalu di atas 5 persen di tengah perlambatan ekonomi global yang sangat nyata," ujar Sri Mulyani.

Dilanjutkan, kolaborasi kebijakan fiskal moneter yang surut dan efektif dan mengendalikan inflasi di level moderat serta terus menjaga momentum ekonomi merupakan salah satu hal yang sangat baik pada tahun 2022.

Ia menambahkan, Indonesia tercatat memiliki inflasi 6 persen ditengah inflasi global yang sangat tinggi seperti di Amerika Serikat mencapai 9 persen, Eropa mendekati 11 persen, Inggris di 11,1 persen, bahkan Turki mengalami inflasi yang sangat tinggi di atas 70 persen.

"Saat ini inflasi Indonesia di kisaran 3 persen, relatif rendah dan sehat bagi negara yang sedang berkembang," pungkasnya.

Topik Menarik