IHSG Sepekan Melemah 0,64 Persen, Kapitalisasi Pasar Turun Jadi Rp11.915 Triliun 

IHSG Sepekan Melemah 0,64 Persen, Kapitalisasi Pasar Turun Jadi Rp11.915 Triliun 

Ekonomi | inews | Kamis, 9 Mei 2024 - 11:29
share

JAKARTA, iNews.id - Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 6-8 Mei 2024 ditutup bervariasi. Adapun, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG selama sepekan melemah ke level 7.088,79.

"IHSG pekan ini mengalami perubahan tipis sebesar 0,64 persen menjadi berada pada level 7.088,795 dari 7.134,724 pada penutupan pekan yang lalu," ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan tertulis dikutip, Kamis (9/5/2024).

Kenaikan tertinggi selama sepekan terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi sebesar 3,13 persen menjadi 1,099 juta kali transaksi dari 1,065 juta kali transaksi pada pekan lalu. Kemudian, peningkatan turut diikuti oleh rata-rata volume transaksi harian selama sepekan sebesar 2,15 persen menjadi 18,99 miliar lembar saham dari 18,59 miliar lembar saham dari penutupan pekan lalu. 

Rata-rata volume transaksi harian bursa juga meningkat 2,15 persen menjadi 18,99 miliar lembar saham dari 18,59 miliar lembar saham dari penutupan pekan lalu

Sementara, rata-rata nilai transaksi harian jatuh 20,74 persen menjadi Rp11,85 triliun dari Rp14,95 triliun pada penutupan pekan lalu. Kapitalisasi pasar bursa turun 0,81 persen menjadi Rp11.915 triliun dari Rp12.012 triliun pada penutupan pekan lalu.

Adapun, pergerakan investor asing pada perdagangan hari Rabu mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,10 triliun dan sepanjang tahun 2024 investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp1,49 triliun.

Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2024 adalah 37 emisi dari 27 emiten senilai Rp39,86 triliun. Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 552 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp461,86 triliun dan 46,1485 juta dolar AS, yang diterbitkan oleh 130 emiten. 

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 186 seri dengan nilai nominal Rp5.968,87 triliun dan 502,10 juta dolar AS. Selain itu, di BEI telah tercatat sebanyak 10 emisi EBA dengan nilai Rp3,05 triliun.

Topik Menarik