Stok Beras Tembus 1,63 Juta Ton, Dirut Bulog: Tertinggi dalam 4 Tahun

Stok Beras Tembus 1,63 Juta Ton, Dirut Bulog: Tertinggi dalam 4 Tahun

Ekonomi | inews | Jum'at, 3 Mei 2024 - 13:42
share

JAKARTA, iNews.id - Perum Bulog telah mengamankan pasokan beras mencapai 1,63 juta ton hingga awal Mei 2024. Angka ini mengalami kenaikan dari posisi akhir April tahun ini yaitu 1,45 juta ton.

Direktur Utama Bulog, Bayu Krisnamurthi mengatakan, pasokan beras terebut menjadi yang tertinggi dalam empat tahun terakhir. Pasalnya, stok beras yang diamankan perusahaan selama empat tahun berturut-turut selalu di bawah volume saat ini. 

“Dan saat ini stok Bulog salah satu yang tertinggi dalam empat tahun, kita telah mencapai 1,63 juta ton, stok ini. Terakhir Bulog memiliki stok 1,6 juta adalah Januari 2020,” ujar Bayu saat ditemui wartawan di Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2024).

“Jadi, alhamdulillah, baik melalui manajemen pengadaan luar negeri maupun usaha yang sangat insentif di daerah, dengan berbagai macam program termasuk program Jemput Gabah Beras, sekarang kita punya stok lebih dari 1,6 juta ton,” tuturnya. 

Selain itu, dia memastikan pasokan beras bisa memenuhi kebutuhan pangan secara nasional dalam rentan waktu tertentu, terutama untuk program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) alias operasi pasar hingga bantuan sosial (bansos) beras 10 kg tahap kedua. 

“Dan ini sangat mencukupi untuk mendukung program seperti bantuan pangan dan nanti juga mendukung program SPHP,” ucapnya.

Adapun per 2 Mei lalu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pangan ini sudah menyerap 560.000 ton setara gabah kering panen (GKP) atau 273.000 ton setara beras. Proses pengadaan ini dilakukan di dalam negeri. 

Secara harian, Bulog mampu menyerap 30.000 ton setara GKP, jumlah tersebut mengalami kenaikan dari sebelumnya yang berada di level 20.000 ton. 

“Sampai dengan dengan 2 Mei, Bulog sudah mengadakan pengadaan dalam negeri sebanyak kurang lebih 560.000 ton setara gabah atau kurang lebih sekitar 273.000 ton setara beras,” kata Bayu. 

Topik Menarik