Gandeng China, Luhut Bahas Kereta Cepat hingga Lahan Padi di Kalteng

Gandeng China, Luhut Bahas Kereta Cepat hingga Lahan Padi di Kalteng

Ekonomi | inews | Senin, 22 April 2024 - 06:45
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menggandeng China untuk membahas proyek kereta cepat hingga pengembangan lahan padi di Kalimantan Tengah (Kalteng). Hal itu disampaikan dalam pertemuan ke-4 High Level Dialogue and Cooperation Mechanism RI – RRT.

Menurut Luhut, pihaknya sangat berterima kasih dengan berbagai proyek kerja sama antara Indonesia dan China. Salah satunya adalah Kereta Cepat Whoosh yang jumlah penumpangnya selalu meningkat dan akan dilanjut ke Surabaya.

"Terkait Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang terus mengalami jumlah peningkatan penumpang sejak peluncurannya, sampai pada puncak arus mudik Lebaran lalu. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa proyek ini selayaknya dapat dilanjutkan sampai ke Surabaya," tulisnya dalam akun Instagramnya dikutip Senin (22/4/2024).

Kemudian, pembahasan terkait dukungan Tiongkok kepada kemajuan Indonesia dalam transisi energi, industrialisasi, dan hilirisasi mineral. Hal ini dibuktikan melalui perusahaan-perusahaan besar nya seperti BYD dan Wuling yang terus meningkatkan lokal konten di Indonesia.

"Selain itu, dukungan juga diwujudkan oleh Tiongkok melalui beberapa hal, seperti multi track financing services, perhatian lebih kepada K3L khususnya pada industri smelter, serta inovasi dalam penerapan Environmental, Social, Governance (ESG)," ucap dia.

Terakhir adalah komitmen China mendukung riset pertanian, khususnya padi di Kalteng, hortikultura dan buah-buahan, khususnya durian di Sulawesi Tengah. Ia pun berharap akan terus melanjutkan kerja sama tersebut.

"Guna memastikan kerja sama ini terus berlanjut dan semakin erat ke depannya, Kami semua sepakat agar task force yang sudah dibentuk dapat menindaklanjuti kerja sama strategis ini dalam waktu dekat. Dengan begitu misi besar kedua negara untuk mendorong pembangunan berbasis komunitas di masa depan dapat kami capai bersama," kata Luhut.

Topik Menarik