Harga Beras di Jombang Berangsur Turun, Ini Penyebabnya

Harga Beras di Jombang Berangsur Turun, Ini Penyebabnya

Ekonomi | mojokerto.inews.id | Sabtu, 2 Maret 2024 - 07:23
share

JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Setelah beberapa hari digerojok beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) oleh Tim Satgas Pangan, harga beras di Jombang berangsur turun. Hal itu diketahui dari sejumlah pedagang atau penjual beras di Kota Santri ini.

Dias, salah satu penjual beras di Kecamatan Gudo, mengatakan, harga beras saat ini sudah berangsur merosot. Jika harga beras premium sebelumnya Rp16.000 per kilogram, saat ini turun Rp14.200 per kilogram.

"Harga ecer sekarang Rp14.200 per kilogram, kalau harga grosir ya sekitar Rp14.000 per kilogram, itu untuk beras kelas premium," ujar Dias dihubungi via telepon Jumat (30/2/2024).

Senada juga disampaikan penjual beras asal Kecamatan Diwek, Joko. Ia menyatakan harga beras mulai turun sejak Rabu (28/2/2024). Selain turun, stok beras juga sudah mulai lancar.

"Ini sudah mulai turun sejak kemarin mas. Sekarang harga beras medium ya rata-rata Rp 14.200 per kilo. Kalau beli banyak, bisa lebih murah lagi. Stok beras juga sudah mulai lancar sejak 2 hari ini," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Jombang melalui tim satgas pangan sebelumnya gencar melakukan operasi pasar beras SPHP di sejumlah pasar tradisional. Selain itu pemerintah setempat juga mendirikan toko Besut guna menekan laju inflasi di daerah itu

 

Besut (bedhak stabilisasi untuk tekan inflasi daerah) memiliki 6 bedhak yang tersebar di Pasar Peterongan, Pasar Ngoro, Pasar Blimbing, Pasar Bareng, Pasar Sumobito dan Pasar Pon.

Pj Bupati Jombang Sugiat menyampaikan, toko Besut menjual Beras SPHP sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi). Selain para pedagang, masyarakat juga bisa membelinya.

“Besut menjual dengan harga eceran Rp10.900 untuk beras SPHP,” kata Sugiat saat launching toko yang baru didirikan ini. 

Topik Menarik